PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Sandiaga Minta Pendukung Tak ke MK, Berdoa dari Rumah
Jakarta, Riauin.com - Cawapres Sandiaga Uno meminta pendukungnya tak hadir ke sidang gugatan pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK). Dia meminta para pendukung Prabowo-Sandi berdoa.
"Saya dan Pak Prabowo sudah beri kepercayaan penuh kepada tim kuasa hukum terkait konstruksi, argumentasi, dan dokumentasi yang akan digunakan dalam sidang hukum acara di MK," kata Sandiaga kepada detikcom di kediamannya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (13/6/2019).
Sandiaga meminta para pendukungnya mempercayakan proses di MK kepada kuasa hukum. Ia berharap para pendukungnya mendukung dengan berdoa di rumah.
"Tentu kita sangat harapkan dan imbau kepada seluruh pendukung untuk berdoa dari rumah saja dan tidak hadir di kawasan MK," ucap Sandiaga.
Sandi menjelaskan alasannya agar pendukung tidak perlu hadir, karena polisi tidak mengizinkan bentuk unjuk rasa di MK. Selain itu, proses di MK ini, menurutnya, merupakan cara yang sesuai dengan konstitusi dan dipilih oleh Prabowo dan Sandi.
"Satu sudah ada juga putusan dari pihak kepolisian untuk tidak izinkan adanya kegiatan unjuk rasa dan kita memastikan proses MK ini jadi proses yang sudah dipilih Pak Prabowo, dan saya sampaikan kepada masyarakat percayalah keputusan kita, dan kita serahkan pada proses hukum ini untuk para majelis hakim yang akan putuskan dan kami yakin bahwa proses ini adalah proses yang sesuai koridor hukum dan konstitusi," ungkap Sandiaga.
Sebelumnya, Prabowo Subianto meminta para pendukungnya tidak hadir di gedung Mahkamah Konstitusi (MK) dan sekitarnya saat sidang perdana sengketa Pilpres 2019 pada 14 Juni mendatang. Pernyataan Prabowo itu dinilai bisa menurunkan tensi politik.
"Statement ini berguna untuk menurunkan tensi politik yang tinggi pascapilpres," kata pengamat politik Rico Marbun kepada wartawan, Rabu (12/6/2019).(int/nol)
"Saya dan Pak Prabowo sudah beri kepercayaan penuh kepada tim kuasa hukum terkait konstruksi, argumentasi, dan dokumentasi yang akan digunakan dalam sidang hukum acara di MK," kata Sandiaga kepada detikcom di kediamannya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (13/6/2019).
Sandiaga meminta para pendukungnya mempercayakan proses di MK kepada kuasa hukum. Ia berharap para pendukungnya mendukung dengan berdoa di rumah.
"Tentu kita sangat harapkan dan imbau kepada seluruh pendukung untuk berdoa dari rumah saja dan tidak hadir di kawasan MK," ucap Sandiaga.
Sandi menjelaskan alasannya agar pendukung tidak perlu hadir, karena polisi tidak mengizinkan bentuk unjuk rasa di MK. Selain itu, proses di MK ini, menurutnya, merupakan cara yang sesuai dengan konstitusi dan dipilih oleh Prabowo dan Sandi.
"Satu sudah ada juga putusan dari pihak kepolisian untuk tidak izinkan adanya kegiatan unjuk rasa dan kita memastikan proses MK ini jadi proses yang sudah dipilih Pak Prabowo, dan saya sampaikan kepada masyarakat percayalah keputusan kita, dan kita serahkan pada proses hukum ini untuk para majelis hakim yang akan putuskan dan kami yakin bahwa proses ini adalah proses yang sesuai koridor hukum dan konstitusi," ungkap Sandiaga.
Sebelumnya, Prabowo Subianto meminta para pendukungnya tidak hadir di gedung Mahkamah Konstitusi (MK) dan sekitarnya saat sidang perdana sengketa Pilpres 2019 pada 14 Juni mendatang. Pernyataan Prabowo itu dinilai bisa menurunkan tensi politik.
"Statement ini berguna untuk menurunkan tensi politik yang tinggi pascapilpres," kata pengamat politik Rico Marbun kepada wartawan, Rabu (12/6/2019).(int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK