PILIHAN
Sandiaga Minta Pendukung Tak ke MK, Berdoa dari Rumah
Jakarta, Riauin.com - Cawapres Sandiaga Uno meminta pendukungnya tak hadir ke sidang gugatan pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK). Dia meminta para pendukung Prabowo-Sandi berdoa.
"Saya dan Pak Prabowo sudah beri kepercayaan penuh kepada tim kuasa hukum terkait konstruksi, argumentasi, dan dokumentasi yang akan digunakan dalam sidang hukum acara di MK," kata Sandiaga kepada detikcom di kediamannya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (13/6/2019).
Sandiaga meminta para pendukungnya mempercayakan proses di MK kepada kuasa hukum. Ia berharap para pendukungnya mendukung dengan berdoa di rumah.
"Tentu kita sangat harapkan dan imbau kepada seluruh pendukung untuk berdoa dari rumah saja dan tidak hadir di kawasan MK," ucap Sandiaga.
Sandi menjelaskan alasannya agar pendukung tidak perlu hadir, karena polisi tidak mengizinkan bentuk unjuk rasa di MK. Selain itu, proses di MK ini, menurutnya, merupakan cara yang sesuai dengan konstitusi dan dipilih oleh Prabowo dan Sandi.
"Satu sudah ada juga putusan dari pihak kepolisian untuk tidak izinkan adanya kegiatan unjuk rasa dan kita memastikan proses MK ini jadi proses yang sudah dipilih Pak Prabowo, dan saya sampaikan kepada masyarakat percayalah keputusan kita, dan kita serahkan pada proses hukum ini untuk para majelis hakim yang akan putuskan dan kami yakin bahwa proses ini adalah proses yang sesuai koridor hukum dan konstitusi," ungkap Sandiaga.
Sebelumnya, Prabowo Subianto meminta para pendukungnya tidak hadir di gedung Mahkamah Konstitusi (MK) dan sekitarnya saat sidang perdana sengketa Pilpres 2019 pada 14 Juni mendatang. Pernyataan Prabowo itu dinilai bisa menurunkan tensi politik.
"Statement ini berguna untuk menurunkan tensi politik yang tinggi pascapilpres," kata pengamat politik Rico Marbun kepada wartawan, Rabu (12/6/2019).(int/nol)
"Saya dan Pak Prabowo sudah beri kepercayaan penuh kepada tim kuasa hukum terkait konstruksi, argumentasi, dan dokumentasi yang akan digunakan dalam sidang hukum acara di MK," kata Sandiaga kepada detikcom di kediamannya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (13/6/2019).
Sandiaga meminta para pendukungnya mempercayakan proses di MK kepada kuasa hukum. Ia berharap para pendukungnya mendukung dengan berdoa di rumah.
"Tentu kita sangat harapkan dan imbau kepada seluruh pendukung untuk berdoa dari rumah saja dan tidak hadir di kawasan MK," ucap Sandiaga.
Sandi menjelaskan alasannya agar pendukung tidak perlu hadir, karena polisi tidak mengizinkan bentuk unjuk rasa di MK. Selain itu, proses di MK ini, menurutnya, merupakan cara yang sesuai dengan konstitusi dan dipilih oleh Prabowo dan Sandi.
"Satu sudah ada juga putusan dari pihak kepolisian untuk tidak izinkan adanya kegiatan unjuk rasa dan kita memastikan proses MK ini jadi proses yang sudah dipilih Pak Prabowo, dan saya sampaikan kepada masyarakat percayalah keputusan kita, dan kita serahkan pada proses hukum ini untuk para majelis hakim yang akan putuskan dan kami yakin bahwa proses ini adalah proses yang sesuai koridor hukum dan konstitusi," ungkap Sandiaga.
Sebelumnya, Prabowo Subianto meminta para pendukungnya tidak hadir di gedung Mahkamah Konstitusi (MK) dan sekitarnya saat sidang perdana sengketa Pilpres 2019 pada 14 Juni mendatang. Pernyataan Prabowo itu dinilai bisa menurunkan tensi politik.
"Statement ini berguna untuk menurunkan tensi politik yang tinggi pascapilpres," kata pengamat politik Rico Marbun kepada wartawan, Rabu (12/6/2019).(int/nol)
Berita Lainnya
Perkuat Soliditas Internal, Golkar Riau Siapkan Program Kerja Jelang Pelantikan Pengurus
Manuver Plt Bupati Kuansing: Kunjungi Sukarmis dan Muslim di Lapas Pasca-OTT KPK
Dua Pekerja Tewas Akibat Serangan Harimau, BBKSDA Riau Desak Perusahaan Benahi Sistem Pengamanan
Bimtek Demokrat di Pacitan, HM Sumardany Tekankan Pentingnya Komitmen Kader Perjuangkan Program Pro Rakyat
Absen Paripurna, Ketua DPRD Kuansing Juprizal Diperiksa KPK di Pekanbaru
Wabup Mukhlisin Jadi Plt Bupati Kuansing, Warga Ingatkan Filosofi 'Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti'
Perkuat Soliditas Internal, Golkar Riau Siapkan Program Kerja Jelang Pelantikan Pengurus
Manuver Plt Bupati Kuansing: Kunjungi Sukarmis dan Muslim di Lapas Pasca-OTT KPK
Dua Pekerja Tewas Akibat Serangan Harimau, BBKSDA Riau Desak Perusahaan Benahi Sistem Pengamanan
Bimtek Demokrat di Pacitan, HM Sumardany Tekankan Pentingnya Komitmen Kader Perjuangkan Program Pro Rakyat
Absen Paripurna, Ketua DPRD Kuansing Juprizal Diperiksa KPK di Pekanbaru
Wabup Mukhlisin Jadi Plt Bupati Kuansing, Warga Ingatkan Filosofi 'Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti'