PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
BPN Sebut Kecurangan Brutal, Desak KPU Setop Hitung Suara
Jakarta, Riauin.com -- Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Djoko Santoso, meminta agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) menghentikan sistem penghitungan suara dan penghitungan suara manual yang saat ini tengah berjalan.
Desakan itu kata Djoko telah dilakukan dengan cara mengirim surat kepada KPU dengan nomor 087/BPN/PS/V 2019 tertanggal 1 Mei 2019 tentang audit tehadap IT KPU dan desakan penghentian penghitungan suara di lembaga pelaksana pemilu tersebut.
"Ya substansinya agar KPU menghentikan penghitungan suara pemilu yang kami anggap curang, terstruktur, sistematis, dan masif," kata Djoko di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (14/5).
Djoko mengklaim pemilu saat ini telah diwarnai oleh berbagai kecurangan yang terjadi dengan terstruktur, sistematis, dan masif. Bahkan, kata dia, cenderung brutal.
"Ada ya ditambahkan (kecurangannya) brutal," ucapnya.
Maka, kata dia, bersama rakyat Indonesia yang sadar akan hak demokrasi BPN Prabowo-Sandi menolak dengan tegas penghitungan suara di KPU yang sedang berjalan saat ini.
"Bersama rakyat kami menolak penghitungan suara yang sedang dilakukan KPU," kata dia.
"Saya ulangi, kami BPN Prabowo-Sandi, menolak penghitungan suara di KPU RI yang sedang berjalan," ujar dia.
Lihat juga: BPN Klaim Prabowo Menang 54 Persen: Ini Dataku Mana Datamu
BPN bersama dengan Prabowo-Sandi telah menggelar pemaparan fakta dan temuan kecurangan yang terjadi dalam pemilu ini. Pemaparan tersebut digelar di Hotel Grand Sahid Jaya.
Dalam kesempatan itu, anggota Tim IT BPN, Laode Kamaludin juga memaparkan temuan persentase kemenangan yang diklaim didapat berdasarkan hitungan dari C1 yang mereka kumpulkan.
Adapun persentase kemenangan itu sebesar 54,24 persen suara Prabowo-Sandi unggul dari Jokowi-Ma'ruf.
Namun, belum ada paparan data riil soal kecurangan 'brutal' yang diklaim oleh kubu 02. Sandi, misalnya, hanya menyinggung soal politik uang yang dilakukan oleh orang di lingkaran kekuasaan dalam kasus penyebaran 400 ribu amplop yang ditangani KPK.
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding, meminta pengakuan soal kecurangan pemilu itu disertai data dan fakta. Selain itu, dia mendorong BPN melaporkannya kepada Bawaslu.
Kubu 02 sendiri sudah melaporkan dugaan kecurangan itu kepada Bawaslu. Namun, belum ada data-data rinci yang diungkap ke publik.(int/nol)
Desakan itu kata Djoko telah dilakukan dengan cara mengirim surat kepada KPU dengan nomor 087/BPN/PS/V 2019 tertanggal 1 Mei 2019 tentang audit tehadap IT KPU dan desakan penghentian penghitungan suara di lembaga pelaksana pemilu tersebut.
"Ya substansinya agar KPU menghentikan penghitungan suara pemilu yang kami anggap curang, terstruktur, sistematis, dan masif," kata Djoko di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (14/5).
Djoko mengklaim pemilu saat ini telah diwarnai oleh berbagai kecurangan yang terjadi dengan terstruktur, sistematis, dan masif. Bahkan, kata dia, cenderung brutal.
"Ada ya ditambahkan (kecurangannya) brutal," ucapnya.
Maka, kata dia, bersama rakyat Indonesia yang sadar akan hak demokrasi BPN Prabowo-Sandi menolak dengan tegas penghitungan suara di KPU yang sedang berjalan saat ini.
"Bersama rakyat kami menolak penghitungan suara yang sedang dilakukan KPU," kata dia.
"Saya ulangi, kami BPN Prabowo-Sandi, menolak penghitungan suara di KPU RI yang sedang berjalan," ujar dia.
Lihat juga: BPN Klaim Prabowo Menang 54 Persen: Ini Dataku Mana Datamu
BPN bersama dengan Prabowo-Sandi telah menggelar pemaparan fakta dan temuan kecurangan yang terjadi dalam pemilu ini. Pemaparan tersebut digelar di Hotel Grand Sahid Jaya.
Dalam kesempatan itu, anggota Tim IT BPN, Laode Kamaludin juga memaparkan temuan persentase kemenangan yang diklaim didapat berdasarkan hitungan dari C1 yang mereka kumpulkan.
Adapun persentase kemenangan itu sebesar 54,24 persen suara Prabowo-Sandi unggul dari Jokowi-Ma'ruf.
Namun, belum ada paparan data riil soal kecurangan 'brutal' yang diklaim oleh kubu 02. Sandi, misalnya, hanya menyinggung soal politik uang yang dilakukan oleh orang di lingkaran kekuasaan dalam kasus penyebaran 400 ribu amplop yang ditangani KPK.
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding, meminta pengakuan soal kecurangan pemilu itu disertai data dan fakta. Selain itu, dia mendorong BPN melaporkannya kepada Bawaslu.
Kubu 02 sendiri sudah melaporkan dugaan kecurangan itu kepada Bawaslu. Namun, belum ada data-data rinci yang diungkap ke publik.(int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK