PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Fadli Zon Sindir Anak SMA Lebih Jago dari Tim IT KPU
Jakarta, Riauin.com -- Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menyampaikan siswa SMA lebih mahir dari tim teknologi informasi (IT) Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam mengoperasikan Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) atau real count.
Fadli pun menyayangkan Situng dalam sistem real count KPU yang tidak bisa memilah-milih andai da data yang tidak valid dimasukkan operator. Sehingga mengakibatkan 224 kasus kesalahan input Situng.
Ia mencontohkan ada TPS yang punya suara hingga ribuan. Padahal KPU membatasi satu TPS maksimal diisi 300 pemilih.
"Tidak boleh ada human error. Kalau kita ini kan sudah canggih, saya kira anak SMA saja sudah jago itu bagaimana aritmatika dan penjumlahan itu salah, kemudian tidak bisa termuat. Harusnya langsung ter-reject, sehingga harus terverifikasi," ujar Fadli saat ditemui usai mengecek server KPU di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (3/5).
Politikus Partai Gerindra itu pun meminta KPU melakukan perbaikan secepatnya. Bahkan, kata Fadli, ia mengimbau KPU untuk menghentikan Situng untuk sementara untuk membenahinya.
"Saya kira mestinya dihentikan dulu, perbaiki dulu sistemnya, itu saya kira dalam beberapa hari aja atau seberapa jam aja. Bisa kok, dengan apa membuat yang aneh-aneh gitu ya dengan angka yang fantastis diverifikasi," ujarnya.
Kemarin Komisioner KPU Ilham Saputra menegaskan kasus salah input data ke Situng yang dilaporkan masyarakat ke pihaknya pun langsung dibereskan.
Persoalan salah input itu, khusus Pilpres, kata Ilham terjadi pada dua paslon yakni Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin (nomor urut 01) dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (nomor urut 02).(int/nol)
Fadli pun menyayangkan Situng dalam sistem real count KPU yang tidak bisa memilah-milih andai da data yang tidak valid dimasukkan operator. Sehingga mengakibatkan 224 kasus kesalahan input Situng.
Ia mencontohkan ada TPS yang punya suara hingga ribuan. Padahal KPU membatasi satu TPS maksimal diisi 300 pemilih.
"Tidak boleh ada human error. Kalau kita ini kan sudah canggih, saya kira anak SMA saja sudah jago itu bagaimana aritmatika dan penjumlahan itu salah, kemudian tidak bisa termuat. Harusnya langsung ter-reject, sehingga harus terverifikasi," ujar Fadli saat ditemui usai mengecek server KPU di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (3/5).
Politikus Partai Gerindra itu pun meminta KPU melakukan perbaikan secepatnya. Bahkan, kata Fadli, ia mengimbau KPU untuk menghentikan Situng untuk sementara untuk membenahinya.
"Saya kira mestinya dihentikan dulu, perbaiki dulu sistemnya, itu saya kira dalam beberapa hari aja atau seberapa jam aja. Bisa kok, dengan apa membuat yang aneh-aneh gitu ya dengan angka yang fantastis diverifikasi," ujarnya.
Kemarin Komisioner KPU Ilham Saputra menegaskan kasus salah input data ke Situng yang dilaporkan masyarakat ke pihaknya pun langsung dibereskan.
Persoalan salah input itu, khusus Pilpres, kata Ilham terjadi pada dua paslon yakni Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin (nomor urut 01) dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (nomor urut 02).(int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK