PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Pastikan Kawal BPN, Demokrat: Tak Ada Cerita Meninggalkan di Tengah Jalan
Jakarta, Riauin.com - Partai Demokrat (PD) memastikan akan tetap berada Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga dan mengawal setiap proses dari Pilpres 2019. Demokrat meminta agar hasil hitung cepat sementara Pilpres 2019 tidak dikaitkan dengan isu posisi Demokrat di BPN.
"Tidak ada cerita di tengah jalan kita meninggalkan orang hanya karena tanpa suatu alasan yang bermartabat," ujar Ketua Dewan Kehormatan Demokrat Amir Syamsuddin saat dihubungi, Jumat (18/4/2019).
Amir lalu meminta agar hasil hitung cepat Pilpres 2019 tidak dikaitkan dengan segala isu terkait posisi Demokrat di BPN, seperti isu Demokrat akan meninggalkan BPN.
"Jangan dikaitkan dengan begitu, kita tunggu saja bagaimana hasilnya nanti," katanya.
Menurut Amir, hitung cepat yang dilakukan sejumlah lembaga survei untuk Pilpres 2019 sudah ada metodologinya. Selama metodologi tersebut diterapkan dalam proses hitung cepat, menurutnya boleh saja hasil hitung cepat diungkapkan ke publik.
"Itu sepanjang metodologi itu diterapkan ya fine-fine saja saya kira. Jadi kalau ada yang ingin menangkap suatu perhitungan cepat seperti itu harus dicounter (dilawan) juga dengan perhitungan yang lain," imbuhnya.
"Tetap itu kan hitung cepat, Pak Jokowi sendiri kan belum secara resmi mendeklarasikan dirinya sebagai pemenang, karena namanya saja hitung cepat tetap saja hitung cepat, nanti hitung real countnya itu kan baru tanggal 25 Mei," lanjutnya.
Sebelumnya diberitakan, Amir juga sempat mengingatkan pengurus dan kader mematuhi instruksi Ketum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang dalam instruksinya meminta pengurus dan kader Demokrat tidak terlibat dalam kegiatan yang bertentangan dengan konstitusi.
"Intinya di butir dua, yakni tidak melibatkan diri dalam kegiatan yang bertentangan dengan konstitusi dan UU," kata Amir Syamsuddin saat dihubungi, Jumat (19/4).
Amir menegaskan Demokrat menghormati kewenangan KPU dalam penghitungan perolehan suara pileg dan pilpres. Semua pihak diminta menunggu rekapitulasi suara dari KPU.
"Kita berketetapan untuk berpegang pada konstitusi dan UU sehingga siapa pun menjadi pemenang pilpres, ini hanya satu yang paling berwenang tentunya melalui real count KPU," tegas dia. (int/nol)
"Tidak ada cerita di tengah jalan kita meninggalkan orang hanya karena tanpa suatu alasan yang bermartabat," ujar Ketua Dewan Kehormatan Demokrat Amir Syamsuddin saat dihubungi, Jumat (18/4/2019).
Amir lalu meminta agar hasil hitung cepat Pilpres 2019 tidak dikaitkan dengan segala isu terkait posisi Demokrat di BPN, seperti isu Demokrat akan meninggalkan BPN.
"Jangan dikaitkan dengan begitu, kita tunggu saja bagaimana hasilnya nanti," katanya.
Menurut Amir, hitung cepat yang dilakukan sejumlah lembaga survei untuk Pilpres 2019 sudah ada metodologinya. Selama metodologi tersebut diterapkan dalam proses hitung cepat, menurutnya boleh saja hasil hitung cepat diungkapkan ke publik.
"Itu sepanjang metodologi itu diterapkan ya fine-fine saja saya kira. Jadi kalau ada yang ingin menangkap suatu perhitungan cepat seperti itu harus dicounter (dilawan) juga dengan perhitungan yang lain," imbuhnya.
"Tetap itu kan hitung cepat, Pak Jokowi sendiri kan belum secara resmi mendeklarasikan dirinya sebagai pemenang, karena namanya saja hitung cepat tetap saja hitung cepat, nanti hitung real countnya itu kan baru tanggal 25 Mei," lanjutnya.
Sebelumnya diberitakan, Amir juga sempat mengingatkan pengurus dan kader mematuhi instruksi Ketum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang dalam instruksinya meminta pengurus dan kader Demokrat tidak terlibat dalam kegiatan yang bertentangan dengan konstitusi.
"Intinya di butir dua, yakni tidak melibatkan diri dalam kegiatan yang bertentangan dengan konstitusi dan UU," kata Amir Syamsuddin saat dihubungi, Jumat (19/4).
Amir menegaskan Demokrat menghormati kewenangan KPU dalam penghitungan perolehan suara pileg dan pilpres. Semua pihak diminta menunggu rekapitulasi suara dari KPU.
"Kita berketetapan untuk berpegang pada konstitusi dan UU sehingga siapa pun menjadi pemenang pilpres, ini hanya satu yang paling berwenang tentunya melalui real count KPU," tegas dia. (int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK