Hadir dalam kegiatan ini, Jimmy Silalahi dari Dewan Pers, Andi Muhidin dari Liputan 6 com, Ahadi Wijayanto, Kasubag TU Deputy 1 BNPT, Erisman Yahya Diskominfo Riau, mewakili Gubernur Riau, Kasatpol PP Riau, Zainal Z dan Forkopinda Riau.
Ketua Forum Koordinasi Pemberantasan Terorisme, Edi Yusti mengatakan, dengan perkembangan tehnologi sekarang ini, dunia digital sangat dekat dengan masyarakat.
Sayangnya, informasi yang masuk tidak terkontrol dan tersaring. Untuk itu perlu ada saringan untuk menyeleksinya. Karrna itu dipandang perlunya ada kegiatan literasi digital sebagai upaya mencegah radikalisme dan terorisme di tengah masyarakat.
Lebih lanjut Edi Yusti mengatakan memiliki nilai penting untuk memberikan pemahaman guna mengetahui bahaya radikalisme dan terorisme.
"Kegiatan literasi ini diupayakan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan bahaya radikalisme, dan mengajak awak media untuk mencegah radikalisme di Riau," katanya.
Sementara Ahadi Wijayanto mengatakan bahwa dengan kegiatan yang bertajuk Saring Sebelum Sharing ini memberikan pemahaman mengenai banyaknya berita maupun informasi hoax. Dari hal yang hoax itulah diharapkan pengguna digital dapat menyaringnya sebelum disharing.
"Kita harapkan dengan literasi digital ini kita semua dapat memfilter informasi dan berita yang hoax sebelum kemudian mensharingnya," katanya.
Gubernur Riau, Andi Rachman yang diwakili Kakan Satpol PP Riau, Zainal Z mengataka pengguna internet saat ini sudah sangat banyak. Inilah yang membuat para terorisme cyber yang menggunakan kendaraan internet menjadi sangat leluasa menyebarkan pahamnya.
"Pemerintah Riau juga ikut menangkal informasi negatif melalui Diskominfo. Tujuannya adalah untuk ikut serta menangkal pihak radikalisme dan terorisme di daerah khususnya di Provinsi Riau," terangnya.(vie)