Kanal

Pemkab Bengkalis Semai 100 Ribu Benih Cabai Tekan Inflasi Jelang Nataru

RIAUIN.COM - Pemerintah Kabupaten Bengkalis menyemai 100.000 benih cabai di tiga desa di Pulau Bengkalis untuk menekan Indeks Perkembangan Harga kebutuhan pokok dan mengantisipasi lonjakan inflasi menjelang perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.

Langkah ini dilakukan melalui pelaksanaan kegiatan Kawasan Aneka Cabai Tahap II Tahun 2026 yang dikelola oleh sejumlah kelompok tani lokal.

Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Bengkalis, Mohammad Azmir, menjelaskan bahwa penyemaian benih cabai tersebut tersebar di Kelompok Tani Penghijauan Bumi Desa Kuala Alam, Kelompok Tani Sabar Nrimo Desa Bantan Tengah, dan Kelompok Tani Berancah Bersatu Desa Berancah.

Selain program pemerintah, penanaman cabai secara mandiri juga dilakukan oleh kelompok tani di wilayah lain, seperti Kelompok Tani Sumber Rezeki di Desa Pergam, Kelompok Tani Milenial di Desa Pambang Baru, dan Kelompok Tani Tunas Muda di Desa Tanjung Kapal. Pemkab Bengkalis juga menggelar Gerakan Pangan Murah untuk menjaga stabilitas harga.

"Kami memperkirakan kegiatan penanaman cabai ini akan memasuki masa panen raya pada akhir Desember 2026 dan awal Januari 2027," kata Mohammad Azmir.

Ia menambahkan, masyarakat diimbau untuk mendukung komoditas lokal agar perekonomian daerah tetap stabil.

"Sesuai arahan pimpinan, kami mengajak seluruh masyarakat agar membeli hasil pertanian lokal yang harganya terjangkau. Kolaborasi antara program pemerintah dan kemandirian masyarakat ini diharapkan mempercepat terwujudnya Bengkalis yang bermarwah, maju, dan sejahtera," ujarnya.

Sejalan dengan upaya pemenuhan pangan daerah, Bupati Bengkalis Kasmarni mengimbau warga memanfaatkan pekarangan rumah masing-masing sebagai lahan produktif untuk menanam kebutuhan harian, seperti cabai, kangkung, bayam, dan sawi.

"Melalui gerakan menanam sayuran di pekarangan rumah, diharapkan tumbuh budaya hidup produktif dan mandiri di tengah masyarakat Kabupaten Bengkalis," ujar Kasmarni.

Menurut Kasmarni, pemanfaatan lahan kosong di sekitar tempat tinggal tidak hanya menghemat pengeluaran rumah tangga dan memperasri lingkungan, tetapi juga berkontribusi langsung dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga serta mendukung ketahanan pangan daerah. (Bil)

 

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler