RIAUIN.COM - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Pekanbaru bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti sepakat memperketat pengawasan peredaran obat, makanan, dan kosmetik ilegal, sekaligus mengawal ketat keamanan pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah ini berfokus pada pencegahan masuknya produk tanpa izin edar melalui jalur perairan Meranti, serta pendampingan menyeluruh bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kepala BBPOM di Pekanbaru Sofiyani Chandrawati Anwar menekankan bahwa pengawasan di wilayah perbatasan laut tidak akan maksimal tanpa peran aktif pemerintah daerah dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
"Upaya tersebut diharapkan dapat menekan peredaran produk yang tidak memiliki izin edar dan berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat," kata Sofiyani saat ditemui, Jumat (9/10/2026).
Sofiyani menjelaskan, selain menutup celah peredaran kosmetik dan obat ilegal di kawasan rawan perairan, pihaknya menjadikan pengawalan Program MBG sebagai prioritas utama. Pendampingan difokuskan mulai dari pengelolaan bahan baku hingga penyiapan makanan siap saji.
"Setiap SPPG perlu mendapatkan pendampingan dan pengawasan agar proses penyediaan makanan berjalan sesuai ketentuan. Aspek kebersihan, mutu, dan keamanan harus menjadi perhatian utama," tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Kepulauan Meranti Muzamil Baharudin menyambut baik langkah BBPOM di Pekanbaru. Ia menegaskan kesiapan jajarannya untuk memperketat pengawasan di wilayah perairan Meranti.
"Pemerintah daerah siap memberikan perhatian lebih terhadap upaya pencegahan peredaran obat, makanan, dan kosmetik ilegal di wilayah kami," ujar Muzamil.
Sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Kepulauan Meranti, Muzamil juga berkomitmen mengawal seluruh proses pelayanan gizi agar manfaatnya dirasakan masyarakat tanpa mengabaikan faktor keselamatan pangan.
"Kami akan mengawal langsung pelaksanaan program ini melalui pengawasan ke seluruh SPPG. Ini komitmen kami untuk memastikan makanan yang dikonsumsi penerima manfaat benar-benar aman dan sesuai standar," pungkas Muzamil.
Melalui sinergi lintas sektor ini, BBPOM di Pekanbaru dan Pemkab Kepulauan Meranti optimistis dapat menciptakan sistem pengawasan pangan yang komprehensif, baik dalam membasmi produk ilegal di perairan maupun menjamin kualitas program gizi nasional. (Bil)