Kanal

Krisis Air Hambat Pemadaman Karhutla 642 Hektare di Terusan Pelalawan

RIAUIN.COM - Keterbatasan sumber air akibat musim kemarau menjadi hambatan utama 287 personel gabungan dalam memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas hingga sekitar 642,3 hektare di Desa Terusan, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan. Memasuki hari ketujuh penanganan pada Sabtu (29/8/2026), titik api dilaporkan masih aktif di area ujung lahan gambut tersebut.

Pemadaman di lapangan dipimpin oleh Kompol H. Akhmad Z. Rofiqi bersama Kompol Shilton dan Tengku Zulfan. Tim gabungan yang terdiri atas unsur Polri, TNI, BPBD, Damkar, Regu Pemadam Kebakaran perusahaan, hingga Masyarakat Peduli Api memfokuskan strategi pada penyekatan agar api tidak semakin merambat.

"Upaya pemadaman hari ini kita fokuskan pada penyekatan dan pendinginan di ujung lahan. Sinergitas TNI-Polri, BPBD, perusahaan, dan masyarakat harus terus kita jaga," kata Kompol H. Akhmad Z. Rofiqi di lokasi kebakaran.

Selain vegetasi semak belukar dan sebagian kebun kelapa sawit yang mudah terbakar, kondisi tanah gambut membuat api menjalar hingga bawah permukaan tanah. Hembusan angin kencang yang mengarahkan api ke sisi utara dan selatan memperberat penanganan petugas di lapangan, ditambah sulitnya akses darat menuju lokasi.

Minimnya pasokan air permukaan membuat tim di lapangan sangat bergantung pada bantuan pengeboman air (water bombing) untuk menjangkau area yang sulit ditembus.

"Sumber air menjadi kendala utama, sehingga bantuan water bombing sangat kita butuhkan untuk mempercepat pemadaman," ujar Kompol H. Akhmad Z. Rofiqi.

Untuk menahan laju kebakaran, petugas memaksimalkan sarana yang ada, mulai dari satu unit helikopter water bombing BPBD Provinsi Riau, enam unit alat berat perusahaan, 18 unit mesin mini striker, satu unit pompa induk 25 HP, mesin pemadam tambahan, serta drone surveillance untuk pemantauan udara. Tim di lapangan juga membuat sekat kanal dan embung darurat sebagai suplai air tambahan.

Pemerintah Kabupaten Pelalawan bersama Polsek Pangkalan Kerinci telah mengajukan permohonan tambahan armada water bombing ke BPBD Provinsi Riau. Di saat yang sama, kepolisian juga mulai mengumpulkan bahan dan keterangan untuk menyelidiki penyebab pasti munculnya api di lahan tersebut. (*)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler