Kanal

Perbaikan Jalan Lintas Timur Pelalawan Lumpuhkan Akses Utama Menuju Pekanbaru

RIAUIN.COM - Pengerjaan perbaikan di jalur Jalan Lintas Timur Sumatra wilayah Kabupaten Pelalawan, Riau, memicu penyempitan arus lalu lintas yang berdampak signifikan pada kelancaran rantai pasok logistik dan mobilitas antarkabupaten. Penumpukan kendaraan yang mengular memaksa pengendara menempuh perjalanan hingga lebih dari tiga kali lipat dari durasi normal.

Jalur vital penghubung Kabupaten Pelalawan menuju Kota Pekanbaru tersebut kini harus diberlakukan sistem buka-tutup secara bergantian. Akibatnya, armada angkutan barang, truk tangki komoditas, hingga kendaraan pribadi terjebak antrean panjang di sejumlah titik penyempitan jalan.

Seorang warga pengguna jalan asal Pelalawan, Febri Wahyu Andika, mengungkapkan bahwa kemacetan di urat nadi transportasi Riau ini telah melumpuhkan efisiensi waktu masyarakat yang bergantung pada akses menuju pusat provinsi.

"Jika menggunakan sepeda motor, waktu tempuh dari Pelalawan ke Pekanbaru biasanya hanya berkisar dua jam. Namun, ketika membawa mobil di tengah kondisi ini, durasi perjalanan bisa membengkak menjadi lima hingga tujuh jam," kata Febri Wahyu Andika, Jumat (7/8/2026).

Febri Wahyu Andika menambahkan, keterlambatan masif tersebut mengganggu berbagai urusan vital warga, mulai dari aktivitas pekerjaan, agenda perkuliahan, hingga jadwal pengiriman barang harian.

"Kami sangat berharap pengerjaan fisik jalan ini dapat dipercepat penyelesaiannya. Jika terus terhambat, lalu lintas harian masyarakat yang melintasi jalur utama Riau ini makin terganggu," ujar Febri Wahyu Andika.

Pantauan di lokasi menunjukkan petugas lalu lintas berupaya mengurai kemacetan dengan mengarahkan laju kendaraan secara bergantian dari kedua arah. Kendati demikian, tingginya volume angkutan berat yang melintas setiap hari membuat penumpukan kendaraan tetap tak terhindarkan.

Penyelesaian rekonstruksi jalan ini menjadi prioritas mendesak bagi kawasan tengah Riau. Pemulihan kapasitas jalan secara penuh dinilai amat krusial guna menjamin kelancaran arus barang dan jasa yang menghubungkan sentra produksi di Pelalawan dengan pusat perdagangan di Pekanbaru. (*)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler