Kanal

Inhil Dapat Alokasi Terbesar, Pemprov Riau Pangkas Target Peremajaan Kelapa 2026

RIAUIN.COM - Pemerintah Provinsi Riau memangkas alokasi Program Peremajaan Kelapa tahun 2026 menjadi 12.000 hektare dari rencana awal seluas 14.500 hektare. Meskipun volume program dipotong hingga 2.500 hektare, Kabupaten Indragiri Hilir tetap mendominasi porsi peremajaan tanaman tua di wilayah pesisir tersebut.

Penyesuaian luas areal ini diambil demi menjaga kualitas pelaksanaan di lapangan. Langkah tersebut mempertimbangkan kesiapan administratif, kesiapan calon petani, serta verifikasi calon lahan di daerah penerima manfaat.

"Target yang ditetapkan harus benar-benar dapat direalisasikan. Penyesuaian dilakukan berdasarkan kesiapan setiap daerah, baik dari sisi calon petani, calon lahan maupun tahapan pelaksanaannya," kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau Supriyadi, Jumat (7/8/2026).

Pada alokasi terbaru, Kabupaten Indragiri Hilir memperoleh porsi peremajaan paling luas, yakni 9.000 hektare. Sementara itu, Kabupaten Kepulauan Meranti mendapat jatah 2.700 hektare dan Kabupaten Pelalawan dialokasikan seluas 300 hektare.

Pemprov Riau menilai penurunan produktivitas kelapa di tiga wilayah tersebut sudah memasuki level kritis akibat usia pohon yang terlampau tua. Oleh karena itu, peremajaan difokuskan pada kawasan sentra untuk mendongkrak kembali ekonomi masyarakat pesisir.

"Keberhasilan program bukan hanya diukur dari luas lahan yang berhasil diremajakan, tetapi juga dari kualitas pelaksanaannya. Tanaman yang ditanam harus memiliki peluang tumbuh optimal," tutur Supriyadi.

Guna memastikan bibit baru tumbuh maksimal, Dinas Perkebunan Provinsi Riau disiagakan untuk mengawal jalannya penanaman. Pendampingan teknis diberikan secara menyeluruh, mencakup pembersihan lahan, pola tanam yang tepat, hingga pemeliharaan berkala sebelum tanaman memasuki masa panen. (*)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler