RIAUIN.COM - Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih membayangi wilayah Riau meski pemantauan satelit menunjukkan penurunan sebaran titik panas. Dua kawasan, yakni Kota Dumai dan Kabupaten Indragiri Hulu, kini menjadi fokus pengawasan utama setelah mencatatkan konsentrasi hotspot paling tinggi di Bumi Lancang Kuning.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), akumulasi titik panas di Provinsi Riau menyusut hingga menyisakan 25 titik pada Kamis (6/8/2026) malam. Angka tersebut melandai cukup signifikan jika dibandingkan hari sebelumnya yang sempat menyentuh 45 titik.
Meski grafiknya melandai, ancaman karhutla belum sepenuhnya mereda mengingat porsi terbesar hotspot menumpuk di area tertentu.
"Pengawasan rutin terus kami lakukan sebagai bagian dari sistem peringatan dini potensi karhutla. Wilayah Dumai dan Indragiri Hulu saat ini paling menonjol karena masing-masing menyumbang sembilan titik panas," kata Prakirawan BMKG Yasir P di Pekanbaru, Jumat (7/8/2026).
Selain Dumai dan Indragiri Hulu, pemetaan BMKG mencatat sebaran titik panas lain terdeteksi di Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak tiga titik, Kabupaten Rokan Hulu dua titik, serta Kabupaten Kuantan Singingi dan Rokan Hilir yang masing-masing menyumbang satu titik.
Meredanya jumlah titik panas di Riau tidak terlepas dari faktor cuaca, di mana sebagian wilayah masih diguyur hujan lokal. Kondisi basah ini dinilai membantu menjaga tingkat kelembapan tanah dan menekan pemunculan titik api baru di lahan gambut maupun mineral.
Kendati demikian, BMKG mengingatkan para pemangku kepentingan agar tidak lengah. Sebab, keberadaan 25 titik panas aktif tersebut tetap menyimpan risiko eskalasi jika tidak segera diverifikasi di lapangan, terlebih kondisi musim kemarau masih berlangsung.
Secara keseluruhan di tingkat regional, Pulau Sumatera memantau sebanyak 322 titik panas. Riau berada di posisi cukup rendah jika dibandingkan dengan Sumatera Selatan yang memimpin dengan 93 titik, disusul Jambi 57 titik, Sumatera Utara 49 titik, dan Bangka Belitung 45 titik.
BMKG mengimbau tim satgas darat dan masyarakat untuk terus memantau pembaruan cuaca serta memperketat pengawasan jalur darat, khususnya pada wilayah-wilayah rawan guna mencegah bencana asap meluas. (*)