RIAUIN.COM - Konflik antara satwa liar dan manusia kembali memuncak di Provinsi Riau. Sebanyak 15 warga Kota Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, dilaporkan mengalami luka-luka usai diserang seekor monyet liar yang hingga kini belum berhasil ditangkap.
Guna meredam teror yang kian meluas, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir menggandeng Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau untuk mempercepat proses evakuasi satwa tersebut, Selasa (4/8/2026).
Insiden penyerangan ini berulang dalam beberapa hari terakhir. Serangan terbaru menimpa empat orang sekaligus, termasuk seorang balita berusia empat tahun yang menderita luka cakar dan gigitan parah di area leher. Seluruh korban kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit daerah setempat.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Indragiri Hilir Junaidi Ismail menjelaskan bahwa upaya penangkapan di lapangan kerap menemui kendala. Pergerakan satwa yang gesit membuat perburuan bersama warga belum membuahkan hasil.
"Kami bersama warga setempat telah berulang kali mengepung keberadaan monyet liar ini, namun satwa tersebut selalu berhasil lolos dari kepungan. Guna menangani ancaman ini, Pemkab Inhil telah berkoordinasi dengan BKSDA Riau untuk penanganan penangkapan satwa," kata Junaidi Ismail.
Selain mengupayakan penangkapan satwa liar tersebut, pemerintah daerah memastikan bahwa penanganan medis seluruh korban menjadi prioritas utama. Seluruh beban finansial perawatan ditanggung penuh oleh pemerintah daerah.
Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan dr Firman Nurdiansyah mengonfirmasi bahwa para pasien mendapatkan perawatan menyeluruh untuk mengobati luka robek di berbagai bagian tubuh, seperti kepala, punggung, tangan, paha, hingga leher.
"Para korban saat ini sedang menjalani perawatan di RSUD Puri Husada Tembilahan akibat luka robek di bagian punggung, kepala, tangan, paha, hingga leher pada balita berusia empat tahun. Kami membenarkan bahwa seluruh biaya pengobatan dan perawatan medis para korban ditanggung atau gratis," ujar dr Firman Nurdiansyah.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan bersama BKSDA Riau masih menyisir area permukiman warga untuk mengamankan monyet liar tersebut agar tidak timbul korban jiwa tambahan. (*)