RIAUIN.COM – Menjelang Hari Jadi ke-514 Kabupaten Bengkalis, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis kembali meneguhkan komitmennya menjaga ingatan kolektif terhadap para pendahulu negeri. Komitmen itu diwujudkan melalui tradisi ziarah ke makam para tokoh adat dan pejuang Bengkalis yang berlangsung khidmat, Selasa (28/7/2026).
Bagi masyarakat Melayu, ziarah makam bukan sekadar tradisi tahunan. Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang telah meletakkan fondasi adat, budaya, dan pembangunan Negeri Junjungan, sekaligus momentum memanjatkan doa agar segala amal pengabdian mereka diterima di sisi Allah SWT.
Rangkaian ziarah dimulai pukul 08.00 WIB dari Taman Pemakaman Keluarga di Kelapapati Laut. Di lokasi tersebut, rombongan mendoakan almarhum H Abdullah Nur bin Muhammad Nur. Tahlil dan doa dipimpin Drs H Muhammad Sidik MSi, kemudian dilanjutkan dengan tabur bunga dan penyiraman air di pusara sebagai simbol penghormatan dan kasih kepada para pendahulu.
Perjalanan kemudian berlanjut ke TPU Masjid Jami Kelapapati Laut. Di sana, rombongan berziarah ke makam Encik Thohir Nontel bin Encik Nontel, H Zahari bin H Zainal Abidin, serta H Sulaiman bin H Sulung Zakaria. Doa dipimpin Ustaz Muhammad Isnaini SPdI MM dengan harapan pengabdian para tokoh menjadi amal jariah sekaligus teladan bagi generasi penerus.
Selanjutnya, rombongan menuju TPU Syarikatul Ihsan di Kelapapati Tengah untuk mendoakan almarhum H Zainuddin Yusuf bin Muhammad Yusuf, mantan Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Kabupaten Bengkalis. Doa dipimpin Ustaz Afan Zahidi SSos MIS dalam suasana penuh kekhusyukan, mengenang dedikasi almarhum dalam menjaga marwah adat Melayu.
Sebagai penutup, rombongan berziarah ke TPU Taman Kota Layu di kawasan Rimba Sekampung, tempat dimakamkannya H M Noer Yaman bin M Nomel. Ustaz H Hambali SHI memimpin doa penutup, mengakhiri seluruh rangkaian ziarah dengan harapan semangat pengabdian para pendahulu terus menjadi pijakan dalam membangun Bengkalis.
Kegiatan tersebut dipimpin Ketua MKA LAMR Kabupaten Bengkalis H Ilham Noer, didampingi Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) Syaukani Alkarim, Sekretaris DPH Abdul Vattah, jajaran pengurus LAMR Kabupaten Bengkalis, serta Ketua MUI Kabupaten Bengkalis Ustaz Amrizal yang juga bertindak sebagai koordinator ziarah.
Tradisi ziarah makam yang rutin dilaksanakan menjelang Hari Jadi Bengkalis menjadi pengingat bahwa kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuannya merawat sejarah, menghormati jasa para pendahulu, dan menjaga nilai-nilai yang diwariskan kepada generasi berikutnya.
Di usia ke-514, Bengkalis tidak sekadar merayakan perjalanan waktu. Momentum ini menjadi penegasan bahwa sejarah, adat, dan keteladanan para tokoh akan terus dijaga sebagai bagian dari jati diri Negeri Junjungan.
Sebab sebuah negeri akan tetap bermartabat ketika masyarakatnya tidak melupakan mereka yang lebih dahulu berjuang membangun pondasi yang kini menjadi tempat berpijak bersama. -win