RIAUIN.COM - Kecamatan Senapelan mengukir catatan baru di Provinsi Riau dengan menjadi wilayah pertama di Kota Pekanbaru yang menggelar pengukuhan pengurus lingkungan secara massal. Langkah ini diambil untuk memperkuat tata kelola pemerintahan tingkat tapak sekaligus menunjang efektivitas pelayanan publik di kawasan bernilai sejarah tersebut.
Prosesi pengukuhan yang berlangsung di halaman cagar budaya Rumah Tuan Kadi pada Jumat (24/7/2026) tersebut diresmikan langsung oleh Walikota Pekanbaru Agung Nugroho. Sebanyak 76 pejabat lingkungan baru yang terdiri dari 58 Ketua RT dan 18 Ketua RW resmi diambil sumpah jabatannya bersama para kader Dasa Wisma se-Kecamatan Senapelan.
Camat Senapelan Rein menjelaskan bahwa wilayah yang dipimpinnya saat ini menaungi total 42 RW dan 144 RT. Ia menyebutkan, pejabat yang dilantik merupakan hasil dari proses pemilihan langsung oleh warga.
"Sementara sisanya masih dijabat pengurus definitif yang masa jabatannya masih berlaku, dan ada yang merger," kata Rein, Jumat.
Rein menambahkan, momentum ini sangat krusial untuk memperkokoh struktur pemerintahan dari tingkat bawah. Pengurus lingkungan yang baru diharapkan dapat berjalan selaras dengan agenda pembangunan daerah.
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho memberikan apresiasi atas terobosan yang dilakukan di wilayah Senapelan. Menurut dia, langkah proaktif tersebut patut menjadi percontohan bagi wilayah lain di Riau, khususnya kecamatan se-Kota Pekanbaru.
"Selamat kepada RT dan RW yang dilantik. Ini menjadi sejarah karena Kecamatan Senapelan menjadi yang pertama melaksanakan pelantikan serentak. Mudah-mudahan ini menjadi contoh bagi kecamatan lain," kata Agung Nugroho saat memberikan pengarahan di hadapan para pengurus dan warga.
Sebagai langkah dukungan operasional, Pemerintah Kota Pekanbaru menyiapkan program retret pembekalan dan penyediaan seragam resmi. Selain itu, mulai tahun depan, para ketua lingkungan bakal dibekali gawai yang terintegrasi dengan aplikasi pelayanan publik daerah.
Di akhir arahannya, Agung Nugroho mengingatkan pentingnya sinergi antara pengurus RT, RW, dan kader Dasa Wisma. Para pengurus lingkungan diminta menjadi garda terdepan dalam merespons persoalan sosial masyarakat, terutama percepatan penurunan angka tengkes (stunting) serta penuntasan kasus anak putus sekolah di Kota Pekanbaru. (Bil)