Kanal

Dokter RSUD Tengku Rafian Siak Ditemukan Tewas, Polisi Sita Dua Vial Obat Keras

RIAUIN.COM - Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Riau bergerak cepat menyelidiki kepastian penyebab kematian seorang dokter spesialis anestesi yang ditemukan tewas di area semak-semak luar pagar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tengku Rafian, Kabupaten Siak. Di sekitar lokasi penemuan jasad, pihak kepolisian mengamankan dua buah vial berisi obat-obatan kategori keras.

Langkah penyelidikan intensif ini dilakukan guna mengungkap tabir di balik meninggalnya dokter berusia 30 tahun tersebut. Berdasarkan data kepolisian, dua jenis obat yang ditemukan di dekat tubuh korban bermerek Fentanil Citrate yang merupakan pereda nyeri kuat kelompok opioid, serta Rocuronium Bromide yang merupakan obat pelemas otot rangka.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Hasyim Risahondua saat dikonfirmasi pada Selasa (14/7/2026) malam membenarkan bahwa zat medis tersebut saat ini menjadi salah satu objek yang diperiksa secara mendalam oleh tim laboratorium forensik. Petugas di lapangan juga mengamankan tas sandang korban yang berisi sejumlah barang pribadi, mulai dari telepon genggam, stetoskop, alat medis portabel, hingga uang tunai ratusan ribu rupiah.

"Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi oleh tim Satreskrim Polres Siak, belum ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan yang terlihat secara kasat mata pada tubuh korban. Namun, untuk memastikan penyebab utama kematian, jasad langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru guna menjalani proses autopsi," ujar Hasyim.

Peristiwa ini bermula dari laporan kehilangan yang sempat membuat gempar lingkungan rumah sakit pada Senin sore. Istri korban, dokter Yulianti Marbun, mulai kehilangan kontak dengan suaminya sejak pukul 17.30 WIB karena ponsel sang suami mendadak tidak aktif, sehingga memicu pencarian mandiri melibatkan rekan sejawat dan keluarga hingga ke wilayah Bagan Batu.

Titik terang pencarian baru muncul setelah pihak keamanan rumah sakit membuka rekaman kamera pengawas atau CCTV yang memperlihatkan korban berjalan sendirian keluar melewati pos satpam. Berbekal petunjuk visual tersebut, penyisiran area luar rumah sakit dilakukan secara masif sejak Selasa pagi.

Jasad dokter bernama Alex Kristo Lotis itu akhirnya ditemukan oleh dua petugas keamanan dan seorang pengemudi ambulans sekitar pukul 11.30 WIB di area belukar yang berjarak sekitar lima meter dari pagar pembatas luar rumah sakit, atau sekitar 30 meter dari tepi Jalan Raja Kecik.

Hingga saat ini, pihak Kepolisian Daerah Riau bersama Kepolisian Resor Siak masih terus mengumpulkan keterangan dari para saksi di lokasi kejadian, sembari menunggu hasil resmi keluar dari laboratorium forensik demi mengidentifikasi keterkaitan antara temuan obat keras dengan kematian korban. (*)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler