Kanal

Lahan Terbakar di Pekanbaru Capai 38 Hektar, Status Siaga Darurat Ditetapkan hingga November

RIAUIN.COM - Kebakaran hutan dan lahan di Kota Pekanbaru, Riau, kian meluas hingga mendekati 40 hektar menjelang pertengahan Juli 2026. Merespons situasi yang terus berkembang ini, pemerintah setempat resmi menetapkan status siaga darurat bencana yang dijadwalkan berlangsung hingga akhir November mendatang.

Dalam dua hari terakhir, kebakaran melanda dua titik di ibu kota Provinsi Riau tersebut, yakni kawasan Air Hitam di Kecamatan Payung Sekaki serta kawasan Palas di Kecamatan Rumbai. Tim gabungan saat ini masih terus bersiaga di lapangan untuk melakukan pemadaman sekaligus pendinginan guna mencegah sisa api merembet ke area sekitarnya.

Walikota Pekanbaru Agung Nugroho mengonfirmasi bahwa langkah cepat diambil dengan menetapkan status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Lahan dan Hutan di wilayahnya. Langkah ini diambil agar koordinasi penanganan di tingkat daerah bisa berjalan lebih optimal.

"Kami memutuskan status siaga ini berlaku hingga 30 November 2026 sebagai antisipasi jangka panjang terhadap dinamika cuaca dan potensi perluasan titik api," ujar Agung Nugroho saat memberikan keterangan pada Senin (13/7/2026).

Menindaklanjuti ketetapan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru langsung memetakan kekuatan di lapangan. Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekanbaru Martin Manoluk menjelaskan, total luasan lahan yang hangus terbakar di wilayahnya kini telah menyentuh angka 38 hektar.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, sebanyak 90 personel dikerahkan secara penuh. Seluruh petugas lapangan ini dibagi ke dalam tiga kelompok operasional khusus, yakni Peleton Tanggap, Peleton Tangkas, dan Peleton Tangguh.

"Masing-masing peleton diperkuat oleh 30 personel yang siap diturunkan secara bergantian ke lokasi kebakaran. Fokus utama kami adalah memutus jalur api agar tidak mendekati area pemukiman," kata Martin Manoluk.

Selain menyiagakan ratusan personel, armada pendukung berupa mobil pompa mekanik (MPK), truk penyuplai air, hingga kendaraan taktis L300 telah disiagakan di posko utama. Mengingat sebagian besar wilayah yang terbakar memiliki akses jalan yang sulit, petugas di lapangan juga dibekali dengan baju tahan api serta mesin pompa portabel mini striker agar proses lokalisasi api di medan berat tetap dapat berjalan efektif. (Bil)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler