Kanal

Wabup Mukhlisin Jadi Plt Bupati Kuansing, Warga Ingatkan Filosofi 'Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti'

 

Oleh: Hendrianto.

RIAUIN.COM— Pemerintah Provinsi Riau bergerak cepat mengisi kekosongan kekuasaan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) pasca-penangkapan Bupati Suhardiman Amby oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Riau resmi menunjuk Wakil Bupati Kuansing, Mukhlisin, sebagai Plt. Bupati guna menjamin keberlangsungan roda pemerintahan dan pelayanan publik di wilayah tersebut.

Langkah taktis ini diambil menyusul operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Suhardiman Amby atas dugaan tindak pidana korupsi. Penunjukan Mukhlisin diharapkan mampu meredam gejolak politik lokal serta memulihkan stabilitas birokrasi yang sempat terguncang akibat krisis hukum di pucuk pimpinan daerah.

Masyarakat Kuansing kini menaruh harapan besar pada kepemimpinan baru ini. Publik mendesak agar momentum transisi ini dijadikan titik balik untuk membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan jauh dari praktik penyelewengan anggaran.

Respons dan harapan juga datang dari kalangan akar rumput. Mona, seorang warga Kuansing keturunan Suku Jawa, menyampaikan pesan mendalam terkait ujian integritas yang kini dihadapi oleh kepemimpinan daerah. Ia mengingatkan pentingnya bersikap amanah di tengah godaan kekuasaan yang besar.

Mona mengutip sebuah filosofi kehidupan kuno dari tanah leluhurnya untuk mengingatkan Plt. Bupati yang baru dalam menjalankan amanah publik.

"Ada peribahasa Jawa kuno yang berbunyi, 'Sura dira jayaningrat, lebur dening pangastuti'. Maknanya adalah segala bentuk kekuasaan, kekuatan, maupun keserakahan yang angkara murka, pada akhirnya hanya akan luluh dan dikalahkan oleh kebijaksanaan, kelembutan, dan jalan kebenaran," ujar Mona saat diwawancarai di Hulu Kuantan.

Menurut Mona, kutipan tersebut sangat relevan dengan situasi Kuansing saat ini. Ia berharap Mukhlisin dapat memimpin dengan mengedepankan kepentingan masyarakat luas serta menjauhi perilaku koruptif yang hanya akan merugikan daerah dan menghancurkan karier politik sang pemimpin sendiri.

Hingga saat ini, suasana di kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Kuansing dilaporkan tetap berjalan normal meski di bawah pengawasan pasca-geledah oleh tim penyidik.

Penunjukan Mukhlisin diharapkan segera mengembalikan kepercayaan publik dan memotivasi seluruh aparatur sipil negara (ASN) di Kuansing untuk tetap bekerja profesional melayani masyarakat. (***) 
 

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler