Kanal

Dugaan Suap Jabatan, KPK Umumkan Nasib Bupati Kuansing Suhardiman Amby Sore Ini

RIAUIN.COM - Jalannya roda pemerintahan di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, kini berada dalam ketidakpastian. Masyarakat dan jajaran aparatur sipil negara setempat tengah menanti pengumuman resmi Komisi Pemberantasan Korupsi terkait nasib hukum Bupati Kuansing Suhardiman Amby serta Sekretaris Daerah Kuansing Zulkarnain pada Rabu (1/7/2026) sore ini.

Kondisi di ibu kota Kabupaten Kuansing dilaporkan senyap pasca-operasi tangkap tangan yang bergulir sejak awal pekan. Posisi dua pimpinan tertinggi birokrasi daerah yang kosong secara mendadak membuat konsentrasi pelayanan publik di Riau bagian barat itu tersita perhatiannya pada agenda di Jakarta.

Suhardiman Amby dan Zulkarnain sendiri diketahui tidak terjaring langsung saat tim KPK bergerak di lapangan. Keduanya memilih datang dan menyerahkan diri ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta pada Selasa (30/6/2026) malam, setelah mengetahui wilayahnya diobok-obok oleh tim penegak hukum.

Hingga Rabu siang, sang bupati bersama enam orang lainnya masih berada di ruang pemeriksaan lantai dua gedung komisi antirasuah. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan bahwa status hukum dari ketujuh orang yang diperiksa intensif tersebut bakal klir pada paruh hari ini.

"Sore ini ya," kata Budi saat dikonfirmasi mengenai kepastian waktu ekspose perkara, Rabu.

Sejauh ini, penyelidikan tertutup yang dilakukan lembaga antirasuah mengarah pada indikasi jual beli kursi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuansing. Selain mengamankan para pejabat dan pihak swasta, tim penyidik juga menyita sejumlah aset yang dibawa dari Riau dan Jakarta.

Budi Prasetyo menambahkan, ada beberapa alat bukti krusial yang sudah berada di tangan penyidik untuk memperkuat konstruksi perkara. Benda-benda tersebut diduga kuat menjadi alat pelancar transaksi haram tersebut.

"Barang bukti yang diamankan antara lain bukti elektronik transaksi keuangan dan satu unit mobil yang diduga menjadi instrumen suap," tutur Budi.

Sebelumnya, operasi senyap ini menyasar sepuluh orang di dua kota berbeda. Setelah penyaringan awal di lapangan, lima orang di antaranya, yang terdiri dari tiga pengusaha, satu ASN Pemkab Kuansing, dan seorang kerabat pegawai, langsung diterbangkan ke Jakarta untuk menyusul bupati mereka yang sudah lebih dulu menyerahkan diri.

Konferensi pers yang digelar sore nanti tidak hanya akan memaparkan detail nominal uang atau kronologi rasuah, tetapi juga menjadi penentu apakah tampuk kepemimpinan di Kuantan Singingi harus segera beralih ke pelaksana tugas atau tidak. (*)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler