Kanal

Ekspor Nonmigas Riau Melonjak Dipicu Lemak dan Minyak Nabati

RIAUIN.COM - Komoditas lemak dan minyak hewan atau nabati menjadi motor utama yang mendongkrak kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Riau pada awal tahun ini. Sektor industri pengolahan tersebut berhasil mencatatkan pertumbuhan signifikan sekaligus mengompensasi penurunan yang terjadi pada sektor migas dan kehutanan.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Riau Asep Riyadi mengungkapkan bahwa selama periode Januari hingga April 2026, kelompok komoditas lemak dan minyak nabati tersebut mencatatkan lonjakan nilai ekspor terbesar. Nilainya bertambah hingga 662,38 juta dollar AS atau melonjak sebesar 20,08 persen jika dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Secara kumulatif, performa ekspor nonmigas bumi lancang kuning ini memang tumbuh kokoh sebesar 12,36 persen dengan nilai menembus 6,75 miliar dollar AS. Tren positif ini utamanya disokong oleh geliat industri pengolahan yang meningkat 12,81 persen. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan sektor pertanian yang justru menyusut 10,40 persen.

Asep Riyadi mengonfirmasi bahwa jika ditotal secara keseluruhan, nilai ekspor Riau selama empat bulan pertama tahun 2026 ini berada di angka 7,03 miliar dollar AS. Realisasi ini mencerminkan adanya pertumbuhan total ekspor sebesar 8,11 persen secara tahunan.

Jika ditinjau khusus pada bulan April 2026, pergerakan ekspor daerah ini melesat hingga 33,96 persen dibanding April tahun lalu, dengan nilai mencapai 1,76 miliar dollar AS. Lonjakan bulanan tersebut sepenuhnya dipicu oleh sektor nonmigas yang meroket 38,58 persen atau menyentuh 1,67 miliar dollar AS. Sementara itu, sektor migas justru loyo dan terkoreksi turun sebesar 16,98 persen menjadi 90,63 juta dollar AS.

Kendati kinerja perdagangan dari industri olahan minyak nabati melaju kencang, tidak semua komoditas unggulan Riau bernasib serupa. Ekspor bubur kayu atau pulp justru mengalami kelesuan terdalam setelah merosot hingga 16,90 persen atau setara dengan kehilangan nilai sebesar 106,27 juta dollar AS.

Terkait peta pasar global, Tiongkok masih mengukuhkan posisinya sebagai mitra dagang dan tujuan utama bagi produk-produk nonmigas asal Riau dengan serapan pasar mencapai 1.233,65 juta dollar AS. India membayangi di posisi kedua dengan nilai 639,85 juta dollar AS, disusul Malaysia di peringkat ketiga dengan andil sebesar 526,72 juta dollar AS.

Ketiga negara tersebut memegang peranan krusial karena menguasai sekitar 35,54 persen dari seluruh total kue ekspor nonmigas bumi Melayu ini. Di sisi lain, penetrasi pasar ekspor Riau ke kawasan regional ASEAN secara umum mampu membukukan nilai 1,23 miliar dollar AS, sedangkan pengiriman ke negara-negara di Uni Eropa meraup devisa sebesar 726,06 juta dollar AS. -Juh

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler