RIAUIN.COM - Pemerintah Kota Pekanbaru tengah menggeser fokus pembangunan infrastruktur agar tidak lagi berpusat di area inti kota. Hingga menjelang akhir tahun ini, pembenahan akses transportasi ditargetkan mampu menjangkau rute rusak sepanjang lebih dari 42 kilometer melalui metode pengaspalan ulang (overlay).
Langkah ini diambil untuk memastikan masyarakat di wilayah penunjang atau pinggiran kota mendapatkan hak akses jalan yang sama layaknya warga di pusat kota. Sejak triwulan pertama, perbaikan berkala sudah menyasar ke berbagai titik luar, seperti kawasan Jalan Teluk Leok dan Jalan Cemara Kipas yang kini kondisinya telah mulus. Selain itu, pembenahan di ruas Jalan Rindang serta Jalan Bunga Raya juga dilaporkan sudah selesai seratus persen.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Pekanbaru Edward Riansyah menjelaskan, intervensi alat berat terus bergerak secara pararel. Khusus untuk paruh pertama tahun ini, otoritas setempat menetapkan skala prioritas perbaikan pada 17 jalur utama yang tersebar merata di 15 kecamatan.
"Realisasi fisik di lapangan per awal Juni ini sudah menyentuh angka 13 kilometer," ujar Edward Riansyah, Rabu (3/6/2026).
Saat ini, fokus pengerjaan sedang berlangsung di Jalan Rambutan dan Jalan Khadijah Ali. Berdasarkan cetak biru dinas, setelah kedua kawasan tersebut rampung, armada pengerjaan aspal akan langsung dialihkan untuk memperbaiki kerusakan di Jalan Beringin serta Jalan Pesisir.
Program akselerasi infrastruktur ini menjadi salah satu agenda utama dalam masa kepemimpinan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho untuk menekan ketimpangan fasilitas publik dan mempercepat konektivitas logistik antarwilayah. (Bil)