Kanal

Pacu Sampan Tradisional Jadi Upaya Kampar Dongkrak Kunjungan Wisatawan

RIAUIN.COM - Pemerintah Kabupaten Kampar mulai memfokuskan pengembangan kawasan aliran Sungai Kampar sebagai motor penggerak ekonomi baru melalui integrasi sektor pariwisata, kuliner, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Upaya ini diharapkan mampu mengubah wajah wilayah pinggiran sungai menjadi pusat aktivitas ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

Langkah strategis tersebut ditegaskan Bupati Kampar Ahmad Yuzar saat membuka kompetisi sampan tradisional di bawah Jembatan Waterfront City, Desa Pulau Lawas, Kecamatan Bangkinang, Sabtu (4/4/2026). Kegiatan yang diikuti 25 tim dari seluruh kecamatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-76 Kabupaten Kampar yang bertepatan dengan momentum Idul Fitri 1447 Hijriah.

Ahmad Yuzar menjelaskan bahwa sungai tidak boleh lagi hanya dipandang sebagai sarana transportasi atau sumber air semata. Aliran Sungai Kampar memiliki nilai jual tinggi yang jika dikelola dengan baik dapat menghidupkan ekosistem ekonomi kerakyatan.

"Sungai ini adalah identitas budaya sekaligus aset ekonomi. Kita ingin menjadikannya gerbong utama untuk menarik investasi di bidang wisata air dan pusat kuliner lokal," ujar Ahmad Yuzar didampingi Pj Sekda Kampar Ardi Mardiansyah.

Menurut Ahmad Yuzar, keramaian yang tercipta dari kegiatan budaya seperti pacu sampan adalah peluang pasar yang besar bagi pelaku UMKM. Perputaran uang dari pengunjung yang datang tidak hanya menguntungkan sektor jasa, tetapi juga produk-produk olahan khas daerah yang dipasarkan di sekitar lokasi acara.

Senada dengan hal tersebut, pemerintah daerah berencana memperkuat infrastruktur pendukung di sepanjang bantaran sungai guna memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan. Kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan sungai menjadi kunci utama agar potensi ini dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Hadir dalam acara tersebut jajaran Forkopimda Kampar, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Helmi, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Momentum ini diharapkan menjadi titik balik bagi desa-desa di sepanjang aliran sungai untuk lebih inovatif dalam mengemas kearifan lokal menjadi daya tarik wisata nasional. -adv

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler