RIAUIN.COM - TNI Angkatan Udara bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana kembali mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Riau, Rabu (25/2/2026). Langkah strategis ini difokuskan untuk mencegah potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui penyemaian awan dari udara.
Dalam misi kali ini, pesawat Cessna C208B dengan kode registrasi PK-AKR yang dipiloti Kapten Bintang dikerahkan untuk menyisir area sekitar Kota Dumai dan Pulau Rupat. Berdasarkan rekomendasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), penyemaian dilakukan pada radius 350 hingga 30 derajat dengan jarak tempuh antara 60-90 mil laut dari pangkalan.
Sebanyak 1.000 kilogram garam atau Natrium Klorida (NaCl) disemai pada ketinggian 8.000 hingga 10.000 kaki. Penentuan lokasi penyemaian sangat bergantung pada analisis pertumbuhan awan guna memastikan efektivitas hujan buatan yang dihasilkan.
Memasuki hari kesembilan sejak penetapan status Siaga Karhutla Riau pada 13 Februari lalu, total 14.000 kilogram bahan semai telah ditebar melalui 14 sorti penerbangan. Operasi ini melibatkan kolaborasi antara TNI AU, BNPB, BMKG, serta BPBD dan Damkar Riau.
Kepala Dinas Operasi Lanud Roesmin Nurjadin Kolonel Pnb Andri Setyawan menyatakan, operasi ini merupakan kelanjutan dari upaya terpadu untuk menekan titik panas di wilayah-wilayah rawan.
"Modifikasi cuaca diharapkan membantu pencegahan karhutla secara efektif. Kami tetap menekankan pada personel untuk mengutamakan keselamatan terbang dalam setiap misi," ujar Andri dalam taklimat di Pekanbaru.
Secara terpisah, Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsekal Pertama TNI Abdul Haris menegaskan komitmen TNI AU dalam mendukung penuh upaya pemerintah mengantisipasi bencana kabut asap. Menurutnya, kesiapsiagaan ini adalah bentuk perlindungan terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat Riau.
"Kami terus bersinergi dengan seluruh instansi terkait. Dukungan ini adalah wujud nyata TNI AU dalam melindungi wilayah dari dampak karhutla," kata Abdul Haris. (Bil)