Kanal

Riau Berkontribusi 5,08 Persen terhadap Ekonomi Nasional, RKPD 2027 Pacu Daya Saing

RIAUIN.COM - Perekonomian Provinsi Riau mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,79 persen sepanjang tahun 2025. Capaian ini menjadi landasan bagi Pemerintah Provinsi Riau dalam menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 yang diproyeksikan berfokus pada penguatan daya saing dan pembangunan ekonomi inklusif.

Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi menjelaskan bahwa ketahanan ekonomi daerah tetap terjaga meski berada di tengah dinamika ekonomi nasional. Hal tersebut disampaikan dalam Forum Konsultasi Publik Rancangan awal RKPD Provinsi Riau di Menara Dang Merdu BRKS, Pekanbaru, Rabu (18/2/2026).

"Perencanaan pembangunan harus dilakukan secara partisipatif dan berbasis data akurat. Forum ini menjadi wadah strategis untuk menghimpun masukan pemangku kepentingan guna merumuskan arah kebijakan ke depan," ujar Syahrial Abdi.

Berdasarkan data indikator ekonomi tahun 2025, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Riau atas dasar harga berlaku mencapai Rp 1.201,38 triliun. Adapun atas dasar harga konstan 2010, nilainya berada di angka Rp 598,61 triliun.

Syahrial memaparkan, dari sisi produksi, lapangan usaha jasa lainnya mencatat pertumbuhan tertinggi, yakni 11,41 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, komponen ekspor luar negeri tumbuh 11,86 persen yang menjadi sinyal penguatan posisi tawar daerah di pasar global.

Secara nasional, Riau memberikan kontribusi sebesar 5,08 persen terhadap perekonomian Indonesia. Angka ini menempatkan Riau sebagai provinsi dengan PDRB terbesar keenam di Indonesia sekaligus peringkat kedua di luar Pulau Jawa.

Menyikapi capaian tersebut, RKPD Riau 2027 akan mengusung tema "Pemantapan Pembangunan untuk Penguatan Daya Saing dan Ekonomi Inklusif". Terdapat beberapa sektor kunci yang akan menjadi prioritas pemerintah daerah, antara lain:

Pembangunan SDM: Peningkatan kualitas melalui sektor pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan.

Infrastruktur: Percepatan pembangunan fisik untuk mendukung konektivitas ekonomi.

Tata Kelola: Perbaikan sistem pemerintahan yang lebih transparan dan efisien.

Lingkungan Hidup: Memastikan pembangunan tetap berjalan selaras dengan prinsip berkelanjutan.

Syahrial Abdi menegaskan bahwa seluruh program tersebut dirancang untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya tumbuh secara angka, tetapi juga dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat di Riau. (Bil)

 

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler