RIAUIN.COM - Kecamatan Payung Sekaki tercatat sebagai wilayah dengan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terluas di Kota Pekanbaru sepanjang awal tahun 2026. Hingga awal Februari, luas area yang terbakar di kecamatan tersebut hampir menyentuh angka delapan hektar.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru, total lahan terbakar di Payung Sekaki mencapai 7,18 hektar. Sebaran api ditemukan di tiga titik utama, yakni kawasan Jalan As Shofa, Jalan Arjuna ujung, dan Jalan Sidorukun ujung.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekanbaru Iwa Gemino menjelaskan bahwa pemadaman intensif dilakukan di Jalan Arjuna ujung karena skala kebakaran yang cukup besar.
"Kami melakukan pemadaman di lokasi tersebut selama empat hari berturut-turut, termasuk proses pendinginan untuk memastikan api benar-benar padam," ujar Iwa Gemino, Senin (9/2/2026).
Iwa memerinci, khusus di kawasan Jalan Arjuna ujung saja, luas lahan yang hangus mencapai tujuh hektar. Hal inilah yang menyebabkan personel di lapangan membutuhkan waktu lebih lama untuk melakukan penanggulangan.
Selain Payung Sekaki, BPBD juga memantau munculnya titik api di sejumlah kecamatan lain dalam periode satu bulan terakhir. Wilayah tersebut meliputi, Kecamatan Kulim, Kecamatan Rumbai dan Rumbai Timur, Kecamatan Bukit Raya, Kecamatan Tuah Madani, Kecamatan Bina Widya.
Secara kumulatif, total luas kebakaran lahan di seluruh wilayah Kota Pekanbaru sejak 1 Januari hingga 6 Februari 2026 telah mencapai 11,53 hektar atau hampir mendekati 12 hektar.
"Saat ini kami terus meningkatkan pengawasan dan penanganan di lapangan secara sinergis bersama aparat gabungan guna mengantisipasi perluasan titik api," pungkas Iwa Gemino. (Bil)