Kanal

Lampu Lalu Lintas Dihapus, Begini Skema Baru Melintasi Persimpangan SKA Pekanbaru

RIAUIN.COM - Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (PUPR-PKPP) mulai menerapkan skema baru untuk mengurai kepadatan di persimpangan Mal SKA, Pekanbaru.

Langkah ini dilakukan menyusul penghapusan lampu lalu lintas (traffic light) di pertemuan Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Tuanku Tambusai. Sebagai penunjang, pemerintah akan memperlebar tiga titik putar balik atau U-turn strategis guna memastikan kelancaran arus kendaraan.

Plt Kadis PUPR-PKPP Riau Thomas Larfo Dimeira menjelaskan bahwa pelebaran ini difokuskan pada lokasi-lokasi yang memiliki volume kendaraan cukup tinggi.

"Ada tiga titik pelebaran U-turn yang kami lakukan, yakni di depan Lottemart, di depan Hotel Grand Suka, dan di depan Rumah Sakit Muhammadiyah," ujar Thomas, Kamis (15/1/2026).

Dengan berlakunya rekayasa lalu lintas ini, pola pergerakan kendaraan di salah satu titik tersibuk di Kota Bertuah tersebut mengalami perubahan signifikan.

Kendaraan yang bergerak dari arah Jalan Tuanku Tambusai (Nangka) menuju Jalan SM Amin, maupun arah sebaliknya, kini diarahkan sepenuhnya melalui jalur bawah jembatan layang (flyover). Sementara itu, arus kendaraan dari arah Simpang Arifin Ahmad yang hendak menuju Jalan Riau diwajibkan menggunakan jalur atas flyover.

Thomas Larfo Dimeira mengimbau masyarakat untuk mencermati perubahan akses ini, karena sejumlah manuver yang biasanya dapat dilakukan kini resmi dilarang demi keamanan bersama.

"Pengendara dari arah Simpang Durian atau Sigunggung yang hendak menuju SM Amin tidak lagi diperbolehkan langsung berbelok kanan di bawah flyover. Pengendara wajib menanjak terlebih dahulu dan berputar di U-turn depan Hotel Grand Suka," jelasnya.

Skenario serupa juga berlaku bagi arus dari Simpang Arifin Ahmad menuju Jalan Tuanku Tambusai. Pengendara diharuskan berbelok kiri dan memanfaatkan titik putar balik di depan RS Muhammadiyah atau area Universitas Muhammadiyah Riau (Umri).

Upaya penataan ini diharapkan dapat menekan angka kemacetan panjang yang kerap terjadi di kawasan komersial tersebut, terutama pada jam sibuk.

Sumber: Riaupos

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler