RIAUIN.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan mencatat setidaknya tiga akses jalan utama terendam banjir, bahkan satu di antaranya terputus total akibat kenaikan debit Sungai Kampar
Hal ini mengakibatkan dampak serius terhadap mobilitas warga di Kabupaten Pelalawan.
Genangan air mulai terpantau sejak tiga hari terakhir, merendam jalan-jalan yang menjadi urat nadi penghubung antar permukiman di Kecamatan Pangkalan Kerinci, Langgam dan Pelalawan.
Seluruh titik terdampak berada di bantaran Sungai Kampar yang memang rawan tergenang saat debit air meningkat.
Kalaksa BPBD Pelalawan, Zulfan MSi menyebut, Desa Rantau Baru menjadi wilayah dengan dampak paling parah. “Akses yang terparah terendam banjir ada di Desa Rantau Baru. Sejak dua hari lalu jalan sudah terputus dan tidak bisa dilalui kendaraan,” kata Zulfan, Jumat (9/1/2026).
"Jalan yang terendam merupakan akses penghubung dari Jalan Koridor PT RAPP menuju permukiman Desa Rantau Baru. Ketinggian air di lokasi tersebut diperkirakan mencapai 30 hingga 50 sentimeter, membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tak bisa melintas," jelasnya.
Menurut Zulfan, kondisi jalan yang rendah menjadi faktor utama mengapa kawasan ini selalu terdampak setiap kali debit Sungai Kampar naik.
“Posisi jalannya memang sangat rendah. Sejak dulu sudah direncanakan untuk ditimbun supaya tidak rawan banjir, tapi sampai sekarang belum terealisasi,” ujarnya.
Akibat terputusnya akses darat, warga Desa Rantau Baru kini mengandalkan transportasi air seperti sampan dan pompong untuk menyeberang menuju Jalan Koridor RAPP.
Warga yang tidak memiliki perahu terpaksa menyewa jasa penyeberangan dengan tarif yang berlaku di masyarakat.
Selain Desa Rantau Baru, banjir juga mulai menggenangi jalan dari Simpang Langgam menuju Dusun Muaro Sako, Kelurahan Langgam.
Ketinggian air di lokasi ini berkisar 10 hingga 15 sentimeter, namun masih dapat dilalui kendaraan.
Genangan serupa turut terjadi di Jalan Pemda menuju Kelurahan Pelalawan, meski hingga kini belum mengganggu aktivitas transportasi warga secara signifikan.
“Untuk daerah rawan lainnya masih aman. Termasuk Jalan Lintas Timur Kilometer 83 Desa Kemang, sampai sekarang belum ada genangan,” jelasnya.
BPBD Pelalawan menjelaskan, banjir yang merendam sejumlah akses jalan ini dipicu curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir, diperparah pasang besar dari laut yang masuk ke Sungai Kampar melalui hilir.
Saat ini, elevasi Sungai Kampar tercatat mencapai 2,47 meter, atau 2 sentimeter di atas batas normal, meski hanya naik tipis dibandingkan hari sebelumnya.
"Kamin mengimbau masyarakat di bantaran sungai tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air lanjutan," ucapnya.
Sumber: Tribunnews