Kanal

Danantara Ubah Huntara Jadi Harapan Baru untuk Korban Bencana Sumatera

RIAUIN.COM - Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) bergerak cepat menyalurkan bantuan pemulihan pascabencana di Sumatera, dengan fokus utama pada penyediaan hunian sementara (huntara). Secara nasional, pemerintah melalui Danantara menargetkan pembangunan hingga 15 ribu unit huntara untuk wilayah terdampak, terutama di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut).

Langkah awal, sebanyak 500 unit ditargetkan rampung dan siap digunakan warga terdampak pada awal tahun 2026. Proyek ini tidak sekadar respons darurat, melainkan dirancang terintegrasi dengan upaya pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat setempat.

Danantara menggandeng ekosistem BUMN secara menyeluruh. Mulai dari penyiapan lahan oleh PTPN Tiga, skema pendanaan yang melibatkan perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) serta PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), hingga eksekusi konstruksi fisik di lapangan yang dilakukan oleh tujuh BUMN Karya.

"500 unit ditargetkan rampung hingga akhir Desember dan siap dihuni awal 2026. Karena pemulihan bukan hanya membangun kembali, tetapi juga menumbuhkan harapan untuk melangkah ke depan,” demikian pernyataan yang diunggah akun resmi Danantara.

Fokus Pemenuhan Kebutuhan Dasar
Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria, baru-baru ini terlihat meninjau langsung progres di salah satu lokasi terdampak, tepatnya di Aceh Tamiang. Dony Oskaria menegaskan bahwa pembangunan huntara merupakan agenda prioritas utama BPI Danantara dalam fase pemulihan ini.

“Rencana pembangunan huntara ini merupakan fokus Danantara Indonesia. Saat ini, selain kebutuhan makanan, air bersih, dan pakaian, kami juga membantu penyediaan fasilitas umum seperti puskesmas dan rumah sakit. Selain huntara, kami juga fokus dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat yang lain,” jelas Dony Oskaria.

Menurut Dony Oskaria, proyek huntara dijalankan dengan koordinasi erat bersama pemerintah daerah dan instansi terkait. Aspek krusial seperti keselamatan struktur, kelayakan huni, dan kesesuaian dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat lokal menjadi pertimbangan utama di setiap tahapan pengerjaan.

Selain proyek hunian, dukungan kemanusiaan Danantara diperkuat dengan pengerahan 1.066 relawan dan 109 armada truk logistik ke berbagai area terdampak bencana. Aceh menjadi salah satu wilayah awal yang diprioritaskan menerima bantuan, mengingat tingginya kebutuhan dalam fase tanggap darurat dan transisi pemulihan.

“Danantara Indonesia dan BP BUMN hadir untuk mendampingi warga yang terdampak, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, serta membantu masyarakat menjalani proses pemulihan secara bertahap,” tutup Dony Oskaria.

Aksi ini menegaskan peran strategis BUMN sebagai pilar solidaritas negara dalam penanganan krisis kemanusiaan dan bencana alam, melampaui peranannya sebagai motor ekonomi nasional.

Sumber: Detik

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler