Aiman menyebutkan jika rute yang dihadapi tidak terlalu sulit, hanya saja kencangnya angin saat bersepeda menjadi tantangan bagi para pesepeda.
"Untuk lintasannya flat (datar), hanya saja anginnya kencang, jadinya berat," sebutnya.
Pria dengan nomor punggung 102 ini merupakan putra Indonesia yang tergabung dalam tim pesepeda Malaysia. Sebelumnya ia juga sudah sempat menjuarai beberapa perlombaan balap sepeda antara lain juara pertama Tour de Singkarak 2016 dan juara pertama Tour Selangor, Malaysia.
“Di sini kan kita tetap profesional. Saya orang Indonesia cuma bergabung dengan tim Sapura yang notabenenya tim Malaysia. Di ajang balap sepeda ini yang ditonjolkan bukan negaranya tapi timnya,†jelas Aiman.
Pada urutan kedua kembali diraih oleh Sapura Cycling Team Malaysia, Muhammad Zawawi Bin Azwan dengan nomor punggung 104 yang disusul dengan perolehan waktu yang sama oleh Sofian Nabil Omar dari tim Amskin Factory Racing, Malaysia dengan perolehan waktu 3 jam, 39 menit, 33 detik.(nol)