RIAUIN.COM – Pemerintah Provinsi Riau sampai saat ini masih meninjau kemungkinan pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Riau.
Sekretaris Daerah Riau, Syahrial Abdi, menjelaskan bahwa pihaknya masih berupaya mencari cara agar TPP ASN tidak berkurang.
“Kami terus membahas kemungkinan pemotongan TPP, sambil menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah hingga akhir tahun,” jelasnya.
Upaya ini dilakukan karena pemotongan TPP akan berdampak langsung pada kesejahteraan ASN serta ekonomi lokal.
Syahrial Abdi menambahkan, jika Pendapatan Asli Daerah (PAD) dapat dioptimalkan, rencana pemotongan TPP bisa dibatalkan. Namun, jika target pendapatan tidak tercapai, pemotongan TPP menjadi salah satu opsi yang harus dipertimbangkan.
“Situasinya masih dinamis. Besaran pemotongan TPP juga akan disesuaikan dengan proyeksi pendapatan yang ada,” tambahnya.
Sebelumnya, Pemprov Riau memang mempertimbangkan penurunan TPP bagi ASN.
Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengatakan langkah ini terpaksa diambil karena kondisi keuangan daerah saat ini belum optimal.
Dia menjelaskan, proyeksi pendapatan APBD Riau hingga akhir 2025 diperkirakan turun sekitar Rp1,1 triliun. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah khusus untuk menyeimbangkan anggaran.
“Pendapatan diperkirakan turun Rp1,1 triliun, sehingga penyesuaian perlu dilakukan,” ujar SF Hariyanto dikutip dari halloriau.
SF Hariyanto juga menyampaikan permohonan maaf kepada ASN dan keluarganya atas kemungkinan pemotongan TPP ini.
“Karena pendapatan tidak tercapai, saya minta maaf kepada ASN beserta keluarga, pendapatannya terpaksa dikurangi,” pungkas SF Hariyanto. (*)