Kanal

Pemko Pekanbaru Siapkan Penataan PKL, Relokasi Dirancang agar Pendapatan Tetap Terjaga

RIAUIN.COM – Pemerintah Kota Pekanbaru tengah melakukan langkah serius dalam menata Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama ini berjualan di area terlarang seperti trotoar dan bahu jalan. Upaya ini bertujuan menciptakan ketertiban kota, kelancaran lalu lintas, serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat.

Walikota Pekanbaru Agung Nugroho menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menata para pedagang tanpa mengorbankan mata pencaharian mereka. Sejumlah titik strategis kini disiapkan untuk dijadikan lokasi relokasi yang lebih layak dan tertib.

“Kami akan membuka beberapa lokasi baru bagi PKL agar bisa berjualan dengan aman dan nyaman. Penataan ini dilakukan agar kota terlihat lebih rapi,” ujar Agung.

Menurutnya, penertiban tidak dilakukan secara keras, melainkan dengan pendekatan yang berorientasi pada kemanusiaan. Pemerintah tetap memikirkan keberlanjutan ekonomi warga yang menggantungkan hidup dari berdagang.

“Kami ingin menata, bukan menggusur. Semua langkah tetap kami barengi dengan solusi, supaya mereka tetap bisa berusaha,” jelas Agung.

Sebagai alternatif, Pemko telah menyiapkan beberapa lokasi, antara lain Taman Labuai Citywalk, Bundaran Keris, dan kawasan kuliner malam Cut Nyak Dien. Pemerintah juga mengajak pihak swasta untuk menyediakan area khusus bagi pelaku UMKM dan PKL, terutama di kawasan Jalan HR Soebrantas yang memiliki lahan sekitar 30 hektare dan berpotensi menjadi pusat kegiatan ekonomi baru.

“Kami sudah meminta badan usaha agar membantu menyediakan lahan di kawasan HR Soebrantas. Dengan begitu, PKL tetap punya tempat untuk berdagang,” ucap Agung, dikutip dari halloriau.

Melalui program penataan ini, Pemko Pekanbaru menargetkan terwujudnya lingkungan kota yang lebih tertib dan menarik tanpa menyingkirkan masyarakat kecil dari sumber penghasilannya. Ke depan, kawasan relokasi tersebut akan dikembangkan menjadi pusat kuliner dan UMKM yang berdaya saing.

“Harapan kami, para PKL bisa berjualan lebih tertib, sementara kota tetap indah dan hidup perekonomian masyarakat terus berputar,” tutup Agung. (*)

 

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler