Kanal

Dari Rumah ke Alam: Revolusi Hijau PHR Bersama Warga

RIAUIN.COM- Kesadaran menjaga lingkungan tak lagi sekadar slogan. Di tangan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), semangat peduli lingkungan ditanamkan mulai dari rumah, lalu tumbuh menjadi gerakan kolektif yang menjangkau masyarakat. Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, PHR menunjukkan revolusi hijau bisa dimulai dari langkah kecil, seperti mematikan lampu yang tak terpakai, menghemat air, hingga bijak kelola sampah.

Lewat kolaborasi dengan masyarakat Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, PHR menghadirkan edukasi lingkungan yang membumi. Gerakan ini tak hanya menginspirasi perubahan perilaku, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama untuk menjaga bumi, mulai dari dapur rumah sendiri hingga hutan tempat satwa bernaung.

Dalam kegiatan sosialisasi lingkungan hidup ini, PHR menggandeng Satgas Kampung Siaga Bencana (KSB) Meranti Jaya. Melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), PHR terus berupaya mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian alam dan pencegahan bencana lingkungan di sekitar wilayah operasinya, terutama di Zona Rokan dan WO Minas Siak.

Langkah Kecil, Dampak Besar

Sr Manager HSE Operations Zona Rokan, I Nyoman Widaryantha Naya, menegaskan, menjaga lingkungan bisa dimulai dari aksi sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Setiap individu memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem yang berkelanjutan.

“Menjaga lingkungan harus dimulai dari diri sendiri dengan aksi-aksi kecil yang dapat berdampak besar di masa depan,” ujarnya.

Beberapa langkah mudah seperti, efisiensi penggunaan energi di rumah, mematikan lampu yang tidak digunakan pada siang hari, memilih lampu hemat energi, serta memanfaatkan energi terbarukan seperti panel surya untuk penerangan.

Nyoman juga menyoroti pentingnya penggunaan air secara bijak. Berdasarkan data Bappenas, konsumsi air bersih di Indonesia mencapai rata-rata 117 liter per orang per hari, melebihi batas kebutuhan domestik yang idealnya antara 50–100 liter. PHR mendorong gerakan penghematan air, termasuk memanfaatkan air hujan dan tidak membuang limbah rumah tangga seperti minyak goreng bekas ke sungai.

“Hemat penggunaan air bersih dan manfaatkan air seperlunya. Jangan buang limbah ke aliran sungai karena bisa menambah pencemaran air,” tegasnya.

Transportasi Ramah Lingkungan dan Kelola Sampah

Upaya mengurangi pencemaran udara juga mendapat perhatian khusus, PHR  mengajak masyarakat mengurangi pencemaran udara dengan menggunakan transportasi umum atau sepeda listrik, menghindari pembakaran sampah sembarangan, serta memperbanyak penghijauan.

Masalah sampah plastik dan limbah B3 juga menjadi perhatian. PHR mendorong masyarakat untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai, membawa tas belanja sendiri, menggunakan wadah makanan yang bisa dipakai ulang, hingga mendaur ulang sampah menjadi kompos.

“Jangan membuang sampah yang mengandung bahan berbahaya ke saluran air, dan serahkan pengelolaannya kepada pihak yang berkompeten,” tambah Nyoman.

Menjaga Habitat dan Mendorong Kolaborasi

Lebih jauh, PHR mengingatkan pentingnya menjaga keanekaragaman hayati. Masyarakat diajak tidak membuka lahan secara masif dan menjaga koridor satwa agar tidak terjadi konflik manusia dengan hewan liar. Upaya reboisasi dan penanaman pohon pun digalakkan.

“Mari kita ajak keluarga serta tetangga untuk turut berpartisipasi dalam aksi kecil yang berdampak besar bagi lingkungan sekitar kita,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen nyata, PHR menyerahkan bantuan bibit pohon, pupuk kompos, dan pupuk organik cair kepada masyarakat. Tak hanya itu, PHR juga menyediakan satu unit tenda darurat bagi Satgas KSB Meranti Jaya sebagai fasilitas siaga bencana, khususnya banjir.

Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan kuiz interaktif berhadiah, yang menjadi cara kreatif untuk memperkuat pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Ketua KSB Meranti Jaya, Azwar, menyambut baik kegiatan ini dan berharap kolaborasi dengan PHR dapat terus ditingkatkan. “Kami siap berkolaborasi dengan PHR dalam pencegahan bencana maupun pelestarian lingkungan,” ujarnya.

Senada, Kasi Pemerintahan Kecamatan Rumbai Pesisir, Indra Gafur, menegaskan bahwa pengelolaan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan semata pemerintah.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal kolaborasi antara masyarakat, perusahaan, dan pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup,” tuturnya. -juh

 

 

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler