Kanal

Harimau Sumatera Terpantau di Inhil dan Siak, BKSDA Riau Tindaklanjuti dengan Langkah Mitigasi

RIAUIN.COM – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau kembali menerima laporan terkait keberadaan harimau sumatera yang terlihat di wilayah Kerumutan Utara, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Kepala BKSDA Riau, Supartono, saat dijumpai di kantornya pada Senin (26/5/2025), menyampaikan bahwa pihaknya memperoleh informasi tentang serangan harimau terhadap ternak milik warga beberapa hari lalu di Inhil.

“Kami mendapat laporan bahwa seekor harimau menyerang ternak milik warga di wilayah Inhil,” kata Supartono.

Baca juga: Dua Ekor Sapi Warga Mengkapan Mati, Diduga Diterkam Harimau

Menanggapi laporan tersebut, tim BKSDA segera diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan pengamatan dan tindakan mitigasi.

“Tim kami hari ini telah turun ke lapangan guna melakukan pengamatan awal dan langkah mitigasi,” jelasnya.

Dari data yang diperoleh, titik kemunculan harimau berada di kawasan hutan Kerumutan Utara, Inhil.

Supartono menambahkan, apabila ditemukan jejak atau indikasi kehadiran satwa dilindungi tersebut, pihaknya akan memasang kamera jebak (camera trap) guna memantau aktivitas harimau secara lebih akurat.

Sementara itu, laporan serupa juga muncul dari kawasan Mengkapan, Sungai Apit, Kabupaten Siak. Namun, Supartono mengatakan bahwa pihaknya belum mendapatkan laporan resmi mengenai kejadian tersebut.

“Saya belum menerima informasi dari lokasi itu,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa wilayah Siak memang merupakan habitat alami harimau sumatera, sehingga kemunculan satwa tersebut bukan hal baru. BKSDA juga akan melakukan langkah mitigasi di daerah tersebut.

“Kami akan mengambil langkah pencegahan serupa di lokasi lain yang dilaporkan,” ujar Supartono.

Sebagai penutup, ia mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan rawan kemunculan harimau untuk tetap waspada dan segera melapor jika menemukan jejak atau tanda-tanda kehadiran satwa liar tersebut.

“Langkah mitigasi ini penting untuk mencegah konflik antara manusia dan satwa yang dilindungi seperti harimau sumatera,” tutupnya. (Nab)

 

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler