RIAUIN.COM - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru berencana mengumumkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi pada hari ini, Kamis (6/3/2025), sebagai respons terhadap banjir yang melanda sejumlah wilayah di kota tersebut.
Keputusan ini diambil menyusul kondisi banjir yang telah menggenangi beberapa kecamatan di Pekanbaru sejak Selasa (4/3/2025). Banjir dipicu oleh meluapnya Sungai Siak dan telah memengaruhi ribuan Kepala Keluarga (KK) di wilayah seperti Rumbai, Payung Sekaki, Limapuluh, Tenayan Raya, dan Senapelan.
Di Kecamatan Rumbai, ketinggian air bahkan telah mencapai dada orang dewasa. Tingginya debit air Sungai Siak yang terus bertambah membuat area terdampak banjir semakin meluas. Kondisi ini dianggap sudah sangat mengkhawatirkan dan memerlukan langkah penanganan yang lebih serius.
Warga yang terjebak banjir mendesak segera dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Selain itu, pasokan air bersih di lokasi terdampak menjadi sangat terbatas, sementara beberapa sekolah di daerah banjir terpaksa menghentikan aktivitas belajar mengajar.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kota Pekanbaru, Suhendri, menyampaikan bahwa status tanggap darurat bencana hidrometeorologi belum resmi diberlakukan. Namun, pihaknya akan segera menggelar rapat bersama instansi terkait, seperti BMKG, TNI, dan Polri, sebelum menetapkan status tersebut pada siang ini.
"Kami akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak terkait. Penetapan ini juga sejalan dengan status tanggap darurat hidrometeorologi yang sudah diterapkan oleh Pemerintah Provinsi Riau sejak akhir 2024," kata Suhendri. (*)