RIAUIN.COM – Penjabat (Pj) Gubernur Riau yang diwakili oleh Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Riau, M. Job Kurniawan, resmi membuka acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Riau.
Sebagai organisasi yang terdiri dari istri Aparatur Sipil Negara (ASN), DWP memiliki peranan strategis dalam membangun keluarga yang sehat dan berkualitas. Organisasi ini diharapkan turut berperan dalam peningkatan kualitas hidup, mulai dari kesehatan hingga pendidikan anak-anak yang akan menjadi generasi penerus bangsa.
"DWP memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan keluarga ASN. Kami berharap anggota DWP dapat berkontribusi lebih dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045," ujar Job Kurniawan dalam sambutannya di Gedung Daerah Balai Serindit, Selasa (10/12/2024).
Dalam kesempatan tersebut, Asisten II mengajak seluruh anggota DWP di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau untuk menjadi agen perubahan dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di daerah tersebut.
“Pencegahan stunting bisa dimulai dari hal-hal sederhana, seperti mengedukasi masyarakat sekitar mengenai pentingnya pola makan sehat dan bergizi,” tambahnya.
Asisten II juga menekankan bahwa masalah stunting bukanlah isu yang bisa dianggap sepele. Menurutnya, stunting tidak hanya berdampak pada fisik anak, tetapi juga mempengaruhi kecerdasan mereka, yang akan menjadi tantangan besar bagi masa depan pembangunan SDM Indonesia.
"Stunting menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak yang berpotensi melahirkan generasi yang tidak optimal. Untuk itu, saya mengajak seluruh anggota DWP se-Provinsi Riau untuk berperan aktif dalam upaya penanggulangan stunting ini," tegasnya.
Pemerintah Provinsi Riau sendiri telah mengambil berbagai langkah untuk mengatasi masalah ini, mulai dari pembentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), penyaluran bantuan keuangan untuk pengadaan alat Antropometri di Kabupaten/Kota, hingga pelaksanaan intervensi serentak untuk pencegahan stunting di seluruh wilayah Provinsi Riau.
Berkat upaya tersebut, prevalensi stunting di Riau berhasil turun menjadi 13,6 persen, bahkan telah melebihi target nasional sebesar 14 persen untuk tahun 2024. (*)