"Mayatnya pertama kali ditemukan (tewas di dalam mobil) di bangku supir dan leher sudah terlilit lakban. Saya tahunya juga karena diberitahu oleh beberapa anak-anak yang kebetulan sedang bermain di sekitar parkiran," ujar Supervisor Parking Area Bandara SSK II Pekanbaru, M Raiyan kepada riauterkini.
Menurutnya, ketika korban sudah ditemukan tewas, mobil Innova yang menjadi saksi bisu kematian korban juga dalam posisi mesin mati. Begitu pintu mobil dibuka, jenazah korban bahkan sudah menimbulkan aroma tak sedap. Mobil itu sendiri terdata masuk ke area bandara sejak Kamis (19/10/17) kemarin. Hanya saja dia tidak mengetahui aktivitas yang dilakukan korban setelah berada di bandara.
Terpisah, Kapolsek Bukit Raya, Kompol Pribadi membenarkan peristiwa temuan mayat korban tersebut. Hanya saja dia belum bisa memastikan korban tewas karena dibunuh atau bunuh diri.
"Mayat korban sudah kita bawa ke rumah sakit untuk divisum. (Penyebab kematian korban) masih kita selidiki. Di TKP kita temukan juga barang bukti sebotol air mineral berisi racun serangga, kartu identitas korban berupa SIM dan KTP, handphone dan sebuah buku diary," tutupnya.(nol)