Meski selamat, namun akibat peristiwa tersebut korban harus dirawat intensif di IGD RS Ibnu Sina karena mengalami luka bakar yang cukup parah. Lebih dari 50 persen tubuhnya terbakar, mulai dari wajah, dada, tangan dan kaki.
"Api lebih dulu menyambar minyak tanah di dalam jeriken yang dipegang oleh rekan korban, Santa Sarina. Karena merasa terkejut, rekan korban justru melemparkan jeriken tersebut ke arah korban dan lari ke kamar mandi. Saat itulah yang bersangkutan baru tahu kalau korban ternyata ikut terbakar tersambar api karena korban berteriak minta tolong," ujar Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto kepada riauterkini.
Pamen dengan panggilan akrab Santo ini menuturkan, begitu saksi melihat korban meronta kesakitan karena tubuhnya terbakar, saksi tersebut selanjutnya meminta pertolongan kepada rekannya yang lain. Selanjutnya mereka pun menyiramkan air ke tubuh korban sampai api di tubuh korban padam.
"Korban sempat dibawa ke Klinik Joshua, namun karena luka bakarnya cukup parah, korban langsung dirujuk ke Ibnu Sina. Korban saat ini belum sadarkan diri. Peristiwa ini diduga kuat karena kelalaian korban dan rekannya (Santa Sarina), Polsek Payung Sekaki juga masih mendalami penyelidikan," tutupnya.(nol)