Kanal

BMKG Deteksi Peningkatan Hotspot Karhutla di Riau, Inhil Terbanyak

RIAUIN.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya 25 titik panas (hotspot) karhutla di Provinsi Riau. Seluruh hotspot itu berada di 5 Kabupaten. Hotspot terbanyak berada di Kabupaten Indragiri Hilir.

Namun, curah hujan yang terjadi di sejumlah wilayah telah meminimalisir jumlah penyebaran hotspot di sejumlah wilayah.

"Khusus di Riau ada 25 hotspot karhutla yang berada di Kabupaten Kuansing 2 titik, Kampar 1 titik, Pelalawan 1 titik, 19 titik di Indragiri Hilir dan 2 titik di Indragiri Hulu. Jarak pandang berkisar 4 hingga 7 kilometer dengan status udara kabur di Pekanbaru, Pelalawan, Dumai dan Kampar," kata Forecaster on Duty BMKG SSK II Pekanbaru, Bibin S, Sabtu (4/11/2023) sore.

Sementara, suhu udara dari pagi hingga malam hari di Kota Pekanbaru dan sekitarnya cerah berawan. Potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terjadi di sebagian besar wilayah Riau.

Sesuai data ter-update BMKG Minggu (5/11/2023), kualitas udara di Kota Pekanbaru tergolong baik seiring turunnya hujan. Hal ini tertera pada grafik yang menyentuh garis biru dengan angka 11,20 µgram/m3.

Soal kondisi kualitas udara, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Ramlan menjelaskan, bahwa hal ini masih dibawah ambang batas.

"Berdasarkan citra sebaran asap dan juga jumlah hotspot Provinsi Riau, besar kemungkinan kekaburan udara yang terdeteksi di wilayah Kota Pekanbaru pagi hari tadi merupakan campuran dari uap air dan partikel kering atau asap," kata Ramlan.

Asap itu berasal dari aktivitas karhutla di wilayah Sumatera bagian selatan, termasuk di beberapa wilayah Riau seperti Kabupaten Indragiri Hulu, Indragiri Hilir dan Pelalawan. 

"Mengingat arah angin masih di dominasi dari arah selatan hingga barat daya, sehingga mengarah ke wilayah Riau bagian utara termasuk wilayah Kota Pekanbaru," pungkas Ramlan.-dnr

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler