RIAUIN.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tidak mendeteksi adanya titik panas (hotspot) karhutla di Provinsi Riau. Hal ini disebabkan karena curah hujan dengan intensitas ringan hingga sedang mengguyur beberapa wilayah.
"Khusus di Riau nihil hotspot karhutla.Jarak pandang berkisar 5 hingga 9 kilometer yang diselingi hujan petir di Kota Pekanbaru, Pelalawan dan Kampar," kata Forecaster on Duty BMKG SSK II Pekanbaru, Anggun R, Minggu (29/10/2023) sore.
Sementara, suhu udara dari pagi hingga malam hari di Kota Pekanbaru dan sekitarnya cerah berawan. Potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Kuantan Singingi, Bengkalis, Siak, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kota Dumai dan Kota Pekanbaru.
Sesuai data ter-update BMKG Senin (30/10/2023), kualitas udara di Kota Pekanbaru tergolong baik seiring turunnya hujan. Hal ini tertera pada grafik yang menyentuh garis biru dengan angka 28,20 µgram/m3.
Soal kondisi kualitas udara, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Ramlan menjelaskan, bahwa hal ini masih dibawah ambang batas.
"Berdasarkan citra sebaran asap dan juga jumlah hotspot Provinsi Riau, besar kemungkinan kekaburan udara yang terdeteksi di wilayah Kota Pekanbaru pagi hari tadi merupakan campuran dari uap air dan partikel kering atau asap," kata Ramlan.
Asap itu berasal dari aktivitas karhutla di wilayah Sumatera bagian selatan, termasuk di beberapa wilayah Riau seperti Kabupaten Indragiri Hulu, Indragiri Hilir dan Pelalawan.
"Mengingat arah angin masih di dominasi dari arah selatan hingga barat daya, sehingga mengarah ke wilayah Riau bagian utara termasuk wilayah Kota Pekanbaru," pungkas Ramlan.-dnr