Menurut salah seorang warga desa ulak patihan yang sedang melintasi, Rusdi sabtu (9/9/17) Mengatakan bahwa kondisi jembatan amruk terjadi sejak 17 agustus 2017 lalu, sampai hari ini belum ada perbaikan dari pemerintah.
Akibat jembatan rusak sangat mengganggu aktivitas masyarakat, baik untuk akses ekonomi maupun akses untuk keluar masuk menuju ibu kota kecamatan.
,"Dengan kondisi jembatan seperti ini tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda empat sangat berdampak sekali terhadap ekonomi masyarakat, untuk itu kami dari masyarakat desa meminta pemkab Rohul terutama dinas terkait untuk segera melakukan perbaikan dalam waktu dekat ini." Harap Rusdi,
Kemudian diminta kepada Camat Kepenuhan jangan tutup mata melihat jembatan tersebut,sebab kalau tidak segera diperbIki maka buah sawit warga akan busuk di batangnya karena tidak bisa keluar.
,"Camat jangan tutup mata melihat kondisi jembatan itu,tapi usahakanlah kepada Dinas terkait untuk perbaikannya,"tegas Khairunnas pula.
Khairunnas yang juga sebagai tokoh pemuda setempat menyampaikan Jembatan desa ulak patihan merupakan penghubung dua desa yaitu ulak patihan dan desa rantau benuang sakti (RBS) dan jembatan ini sangat diharapkan masyarakat untuk dilakukan perbaikan.
Selain jalan darat jembatan itu juga sebagai akses akses menuju dua desa yang hanya bisa ditempuh melalui jalur air batang lubuh, namun saat ini akses jalur air sudah jarang dilalui oleh masyarakat pasalnya jarak tempuhnya jauh lebih lama kemudian biaya yang akan dikeluarkan cukup besar.
Memang untuk sementara ini ada bang jembatan darurat untuk sementara yang dibuat masyarakat dari pohon kelapa yang dikerjakan secara bergotong royong, namun sangat sulit dilalui karena berlumpur pasalnya jembatan yang dibuat jauh lebih rendah dari jembatan yang amruk.
" Ketika hujan deras , jembatan sementara, yang kami buat sama sekali tidak bisa dilewati karena tenggelam " Ucapnya.(yus)