Kanal

Kasus Hepatitis Akut Belum Ditemukan, Kadiskes Riau Minta Warga Jangan Panik

RIAUIN.COM - Penyakit hepatitis akut yang sedang melanda dunia diduga telah masuk ke Indonesia. Tiga anak dilaporkan meninggal dunia akibat terinfeksi penyakit misterius ini. Terakhir, satu anak di Sumatera Utara yang diduga terjangkit virus mematikan ini dilaporkan meninggal dunia setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan.

Anak yang berasal dari Kota Medan itu masuk ke rumah sakit dengan gejala mual, muntah, demam, mata menguning, dan kehilangan kesadaran.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Riau, H Zainal Arifin mengimbau kepada warga Bumi Lancang Kuning untuk tidak panik atau resah menghadapi virus Hepatitis Akut pada anak. 

Menurutnya, walaupun virus ini mematikan, Zainal Arifin menganggap penyebaran virusnya juga tidak secepat Covid-19 dan tidak terlalu parah. 

"Alhamdulillah sampai saat ini, kasus Hepatitis Akut belum masuk ke Riau. Jadi masyarakat tidak usah panik atau resah karena penyebarannya tidak seperti Covid-19," ujar H Zainal RIAUIN.COM, Selasa, 10 Mei 2022 siang.

Zainal menjelaskan, pihaknya telah membuat surat edaran pada tanggal 28 April 2022 lalu dan telah berkoordinasi dengan seluruh Rumah Sakit dan Puskesmas 12 Kabupaten Kota di Riau.

"Kita sudah berkoordinasi dengan seluruh Puskesmas yang ada di 12 Kabupaten Kota untuk tidak buru-buru membuat statemen akan penyakit Hepatitis ini," lanjut Zainal. 

Menurutnya, hasil penyakit ini dapat diketahui dengan hasil labor mulai dari kencing bewarna kuning dan dari dokter spesialis anak.

"Dinas Kesehatan Kabupaten Kota untuk dapat mensosialisasikan dengan dokter spesialis kita. Jadi masyarakat tidak usah resah, penyebarannya melalui makanan, percikan ludah dan saya berharap masyarakat tetap jaga kebersihan dan jangan cemas," ungkapnya. 

Untuk diketahui, gejala yang dapat ditimbulkan dari penyakit Hepatitis Akut ini yakni, demam, diare, mual, perubahan warna urine, gatal dan hilang nafsu makan (lesu). 

"Semuanya kita serahkan kepada dokter spesialis kita di RS, jika memang ada kita siap menghadapinya," tutupnya.-dnr

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler