Sedangkan pelanggan yang sampai saat ini masih menerima subsidi pemerintah, tersisa 8 ribu lebih pelanggan dengan daya 900 KVA dan lebih dari 3 ribu pelanggan daya 450 VA. Keseluruhannya tersebar di Kecamatan Bantan, Bengkalis, Bukitbatu dan Siakkecil.
Manajer PLN Rayon Bengkalis Lubbertri Hartoko mengatakan, pencabutan subsidi tersebut merupakan realisasi dari program pemerintah dan dilakukan secara bertahap.
"Proses pencabutan subsidi dilakukan bertahap, kenaikan sampai dengan harga non subsidi sampai saat ini harga Rp1.345 untuk per KWh dan sudah pernah disosialisasikan bersama dengen Pemda setempat," ungkap Lubber kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Kamis (27/7/2017).
Masih banyak pelanggan listrik daya 900 VA belum mengetahui rencana pencabutan subsidi oleh pemerintah ini. Untuk itu, seluruh stakeholder, mulai dari jajaran pemerintahan tingkat kabupaten, kecamatan bahkan lurah/desa, dituntut lebih gencar menyampaikan kepada masyarakat.
Meski demikian, pemerintah masih memberikan subsidi bagi pelanggan 900 VA, terutama masuk dalam ketegori keluarga kurang mampu atau miskin. Berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yang masuk dalam kategori kurang miskin mencapai 15.721 kepala keluarga (KK).(hrc)