Kanal

5 Daerah di Riau Catat Kasus Kematian Tertinggi Akibat Corona, Jubir Covid-19: Ini Menjadi PR Besar Buat Kita

RIAUIN.COM - Pemberlakuan PPKM dalam dua minggu terakhir mengakibatkan terjadinya penurunan yang signifikan jumlah kasus harian Covid-19 di Provinsi Riau. Hal ini disampaikan melalui keterangan pers oleh juru bicara (Jubir) Covid-19 Riau, dr Indra Yovi, Senin (6/9/2021) di Gedung Daerah.

Dari data yang diperoleh Satgas Covid-19 Riau, rata-rata kasus positif Covid-19 dalam seminggu terakhir cenderung meurun dibawah 500 kasus per hari, sedangkan angka keterisian ruang isolasi di rumah sakit di bawah 40 persen dan tingkat keterisian ICU di rumah sakit dibawah 50 persen. 

"Artinya ini semua menjadi kabar gembira buat kita semua. Puncak yang kita lewati di bulan Juli dan Agustus sekarang sudah menurun dan melandai" Ujar Yovi. 

Disamping menurunnya kasus positif Covid-19, Yovi menyampaikan ada beberapa daerah di Riau yang angka kematian akibat virus Corona relatif tinggi. Salah satu yang tertinggi adalah Kabuapten Rokan Hulu (Rohul) yang menempati peringkat pertama presentase kematian tertinggi di Riau yakni 5,9%. 

"Artinya dari 100 pasien Covid-19 di Rohul, terdapat 6 orang yang meninggal," tegas Yovi. 

Selanjutnya Kabupaten Pelalawan mencatat 5,1 persen angka kematian akibat Covid-19, Bengkalis mencapai 4,32 persen, Selanjutnya Kabuapten Kampar 4,3 persen, Rokan Hilir 4,05 persen, Kota Pekanbaru dan Kota Dumai sama-sama mencapai 2,3 persen.

"Masih tingginya angka kematian ini menjadi PR besar buat kita semua. Di Provinsi Riau ada beberapa kabupaten kota dengan angka kematian yang tertinggi yang nomor satu paling tinggi kalau lihat angka persentase adalah pelalawan," sambung Yovi.  

Sementara itu, yovi menyebutkan bahwa kasus Covid-19 pada anak di Riau termasuk yang tertinggi di Indonesia, dimana saat ini Bumi Lancang Kuning menempati posisi ketiga setelah DKI Jakarta dan Jawa Barat. Khusus di pulau Sumatera, Riau menempati posisi tertinggi.

Yovi menjelaskan bahwa anak-anak yang meninggal akibat Covid-19 itu disebabkan karena terlambat dirujuk dan diduga ada kemungkinan ketakutan dari orang tua untuk melaporkan dan membawa anak mereka ke rumah sakit.

"Kami juga bekerjasama dengan perhimpunan atau Ikatan Dokter Anak Indonesia dalam beberapa hari ke depan akan memberikan rekomendasi rekomendasi dan langkah apa yang harus dilakukan, ini penting sekali supaya tidak terjadi lagi kematian akibat kopi pada anak-anak kita," tambahnya.-dn
 

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler