Kanal

Gajah Mati di Riau Karena Kesetrum

TIM Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSA) melakukan otopsi terhadap gajah yang mati di Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau, beberapa waktu lalu.

Hasil dari otopsi yang dilakukan tim dokter, gajah betina dewasa itu mati bukan diracun tetapi kerana tersengat listrik tegangan tinggi.

"Dugaan sementara kematian gajah itu karena tersengat aliran listrik," ucap Kepala Seksi Wilayah III BBKSDA Riau, H Ginting.

Bukti kalau gajah penghuni Suaka Marga Satwa (SM) Balai Raja mati karena kesetrum karena tim dokter menemukan ada luka bakar. Luka itu berada di bagian belalai.

Gajah tersebut ditemukan mati di area kosong. Namun area itu dikelilingi pagar berkawat yang dialiri listrik. Pemilik lahan diduga sengaja mengaliri pagar listrik dengan tujuan tertentu.

"Di lokasi pencing (pagar) ditemukan kabel yang diduga dialiri listrik. Kasus ini masih kita selidiki," ucapnya.

Usai diotopsi, tim lalu menguburkan hewan yang dilindungi itu. Gajah yang mati di Kecamatan Pinggir merupakan satu dari 25 kawanan gajah masih bertahan hidup di SM Balai Raja. Kondisi Balai Raja sendiri saat ini sudah poranda karena ulah cukong.

Dari 18.000 luas arealnya, kini tersisa hanya 20 hektare. Kini SM Balai Raja menjadi hamparan sawit yang dikuasai salah satu cukong ternama di Riau. OZ

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler