Kanal

9 Tahun Terbengkalai, Pedagang Pasar Cik Puan Desak Walikota Lanjutkan Pembangunan

RIAUINCOM – Polemik terbengkalainya pembangunan Pasar Cik Puan Pekanbaru kembali mengemuka. Para pedagang Pasar Cik Puan Pekanbaru yang sudah menempati tempat penampungan sementara (TPS) selama belasan tahun mendesak Walikota Pekanbaru dan Gubernur Riau melanjutkan pembangunan pasar yang sudah mangkrak sejak tahun 2012 lalu.

“Pak Walikota Firdaus dan Bapak Gubernur Riau. Tolong pikirkan juga nasib kami pedagang di pasar ini. Kurangi ego bapak-bapak, tolong selamatkan ekonomi kami yang sudah menderita karena hidup di tengah pasar sepi ini,” kata Ketua Persatuan Pedagang Pasar Cik Puan, Sutan Sarmuni Sikumbang kepada Riauin.com, Selasa (9/2/2021), didampingi sejumlah pedagang pasar.

Sutan Sarmuni menyesalkan tidak adanya solusi dari kedua kepala daerah dalam melanjutkan pembangunan pasar yang terbengkalai tersebut. Padahal keduanya sama-sama menjanjikan kelanjutan pembangunan pasar saat hendak maju menjadi kepala daerah di hadapan para pedagang Pasar Cik Puan ketika masa kampanye.

“Baik Pak Firdaus ketika maju pertama tahun 2011 dan kedua tahun 2017 meyakinkan kami bahwa dirinya akan meneruskan (pembangunan pasar Cik Puan). Pak Syamsuar juga demikian, menjanjikan hal yang sama. Tapi ternyata, sampai sekarang bangunan terbengkalai ini tidak tersentuh oleh pembangunan sama sekali,” tutur Sutan Sarmuni.

Dampak yang mereka rasakan sekarang, lanjutnya, tidak hanya dari sisi ekonomi saja. Tetapi masalah sosial juga muncul. Cukup lama bangunan pasar yang tidak bertuan itu menjadi kotor dan bau karena dipenuhi sampah genangan air. Serta dijadikan tempat anak-anak jalanan sebagai lokasi nongkrong mereka.

Namun kini sejumlah pedagang secara sukarela membersihkan bangunan tersebut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Termasuk menjadikan areal bawah sebagai lokasi parkir kendaraan roda empat bagi pengunjung pasar maupun Plaza Senapelan yang terdapat disebelah pasar.

Sementara itu salah seorang pedagang lainnya Murlina mengatakan, tidak sedikit dari para pedagang yang menempati TPS lebih dari 20 tahun lamanya.

"Dulu tahun 2000-an pasar Cik Puan ini terbakar dan pemerintah memindahkan kami ke TPS. Kemudian belum sempat diperbaiki pasar ini terbakar lagi, dan dijanjikan akan dibangun. Namun sampai kami masih tetap menempati TPS karena pembangunan tak kunjung dilaksanakan," kata Murlina lagi.

Menurut Murlina, tidak ada yang namanya tempat penampungan sementara itu sampai 20 tahun. “Ini sudah bisa masuk rekor dunia Pak. Kami disini sudah 20 tahun lamanya menempati TPS. Padahal biasanya TPS itu untuk 2-3 tahun,” tukasnya.

Sebagaimana diketahui, pembangunan Pasar Cik Puan dimulai tahun anggaran 2009, 2010 dan 2011 oleh Walikota Pekanbaru Herman Abdullah. Pembangunan ini terhenti pada tahun 2012 oleh Walikota Firdaus dengan alasan konflik lahan dan kepentingan yang tak berkesudahan antara Pemko dan Pemprov. - tra, dani

 

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler