Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo SIk menjelaskan, kejadian tersebut berawal ketika orang tua korban, In Afrianto, berada di jalan Lingkar Desa Palung Raya hendak pergi membeli minyak tanah ke dusun I dengan menggunakan sampan.
"Jalan tersebut telah digenangi air akibat luapan banjir setinggi 120 CM. Tiba-tiba korban ingin mengikuti orang tuanya tersebut. Karena korban tidak pandai berenang, akhirnya korban disuruh orang tuanya untuk menunggu di tepian jalan lingkar," jelas Guntur.
Kemudian, ayah korban pergi. Baru sekitar pukul 14.30 WIB orang tua korban kembali ke tempat awal Muhammaf Rifal Afri disuruh menunggu. Namun ketika itu korban sudah tidak terlihat lagi.
"Ayah korban bertanya kepada salah seorang saksi tentang keberadaan anaknya. Katanya anaknya pergi ke atas tepian dan bermain ke atas bersama anaknya," papar Guntur.
Tanpa disadari oleh teman korban, dikarenakan lengah, akhirnya korban pergi ke Jalan Lingkar yg digenangi banjir tersebut. "Hingga akhirnya korban hilang diduga diseret arus banjir," ujarnya. VIN