RIAUIN.COM - Niat pasangan calon bupati dan wakil bupati Siak, Sayed Abubakar Assegaf (SAA) dan Reni Nurita untuk ikut bertarung di Pilkada Siak, sepertinya akan terealisasi dalam waktu dekat.
Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Riau Hendry Munief menegaskan, keputusan DPP PKS untuk mengusung paslon SAA-Reni di Pilkada Siak sudah final.
"Insya Allah, tak ada perubahan lagi. Kita sudah sepakat dengan Partai Demokrat untuk mengusung paslon SAA-Reni di Siak," kata Hendry saat dihubungi Riauin.com, Jumat (24/7/2020) sore.
Terkait surat keputusan (SK) dari DPP, Hendry menjelaskan, sebenarnya SK dukungan itu diserahkan minggu lalu, namun karena Kantor DPP PKS ditutup akibat dampak Covid-19, maka agenda partai juga terpaksa ditunda. Termasuk, penyerahan SK dukungan PKS untuk semua calon di Pilkada serentak tahun 2020.
"SK dari DPP hanya tunggu waktu saja. Saya juga dapat info, kantor DPP kembali akan dibuka. Insya Allah, minggu depan SK itu sudah diserahkan," katanya
Hendry mengakui optimis, PKS kembali memenangkan Pilkada di Siak. Seperti 2 Pilkada sebelumnya, dimana calon yang diusung PKS berhasil meraih suara terbanyak.
"Pilkada Siak tahun 2011 dan 2015, jagoan PKS menang. Tentu kita optimis, Pilkada 2020 ini PKS kembali menang di Siak. 4 kursi di DPRD Siak, tambah Demokrat 4 kursi serta kerja keras kedua partai dengan pola yang kita punya, saya tetap optimis SAA-Reni akan menang di Siak. Semoga ikhtiar dan doa kita bersama dikabulkan Allah," jelas Hendry.
SAA atau biasa dipanggil Ibek menyampaikan hal yang sama. DPP Demokrat sudah mengeluarkan rekomendasi untuk dirinya maju di Pilkada Siak bersama kader PKS, Reni Nurita.
"Alhamdullilah, SK dari DPP sudah oke. penyerahannya nanti bersamaan dengan PKS," ujar Ibek kepada Riauin.com.
SAA-Reni menjadi pasangan calon ke-3 yang memenuhi syarat maju di Pilkada Siak. Bermodal 8 kursi, Demokrat (4 kursi) dan PKS (4 kursi), sudah memenuhi syarat untuk mendaftar ke KPU Siak.
Sebelumnya, calon petahana Alfedri-Husni Merza sudah mendapatkan dukungan dari PAN (7 kursi), PKB (3), Nasdem (2) dan PPP (2). Sehingga, pasangan ini mengantongi 14 kursi untuk maju di Pilkada.
Sementara, pasangan calon Said Arif Fadillah-Sujarwo yang diusung Partai Golkar mengantongi 8 kursi di DPRD Siak.
Sampai saat ini, tinggal PDIP (4 kursi), Gerindra (4), dan Hanura (2) yang belum menyatakan sikap. Apakah ketiga partai ini akan membentuk koalisi baru atau bergabung dengan pasangan calon yang sudah diusung partai politik?--nal