RIAUIN.COM - Sikap politik Partai Gerindra, PDIP dan Hanura masih ditunggu-tunggu masyarakat jelang pelaksanaan Pilkada Siak, 9 Desember 2020 nanti.
Bahkan, informasi yang berkembang ketiga partai berpeluang membuka poros baru untuk mengusung pasangan calon (paslon) maju di Pilkada. Apalagi, ketiga partai mengantongi total 10 kursi di DPRD Siak.
Ketua DPC Gerindra Siak Sutarno mengakui, koalisi dengan PDIP dan Hanura bisa saja terjadi, sebab memenuhi syarat untuk mendaftarkan paslon ke KPU.
"Bisa saja 3 partai ini (Gerindra, PDIP dan Hanura) berkoalisi. Yang namanya politik, kemungkinan itu tetap ada. Tapi, keputusan finalnya, Gerindra tetap menunggu arahan Dewan Pengurus Pusat (DPP). Kalau diperintahkan maju, kita siap. Begitu juga sebaliknya, jika DPP memutuskan untuk mendukung paslon yang sudah ada, kita juga ikut. Sampai sekarang Gerindra Siak masih menunggu arahan DPP," kata Sutarno menjawab Riauin.com, Rabu (15/7/2020).
Hal senada juga disampaikan Ketua Hanura Siak Ariadi Tarigan. Dia mengaku belum bisa memutuskan apakah Hanura bergabung dengan Gerindra dan PDIP untuk menciptakan poros baru, atau mendukung salah satu paslon yang sudah mengantongi SK dari parpol.
"Masih dinamis. Hanura belum menentukan sikap. Kita tunggu saja dalam beberapa minggu ke depan. Komunikasi politik tetap kita buka. Kita wait and see dulu lah," kata Tarigan menjawab Riauin.com.
Ketua Pemenangan Pemilu PDIP Riau Syafaruddin Poti juga belum bisa berkomentar banyak terkait sikap PDIP di Pilkada Siak.
"Kita masih menunggu keputusan pengurus PDIP Siak. Apakah mau maju atau merapat ke paslon yang sudah ada. Semuanya tergantung kepada kawan-kawan di Siak," ujarnya.
Seperti diketahui, hasil pemilihan anggota legislatif (Pileg) tahun 2019 lalu, Partai Gerindra mengantongi 4 kursi di DPRD Siak, PDIP juga 4 kursi dan Hanura 2 kursi.
Sementara, pasangan petahana Alfedri-Husni Mirza sudah resmi didukung PAN (7 kursi), PKB (3), NasDem (2) dan PPP (2). Sehingga, total 14 kursi di DPRD Siak.
Kemudian, pasangan Said Arif Fadillah-Sujarwo yang baru saja menerima SK dari Ketum Golkar Airlangga Hartarto. Golkar mengantongi 8 kursi di DPRD Siak. Jumlah ini memenuhi syarat minimal untuk mendaftar ke KPU.
Terakhir, pasangan Sayed Abubakar Assegaf-Reni Nurita. Mereka dalam waktu dekat akan menerima SK dukungan dari Demokrat dan PKS untuk maju di Pilkada.
"Demokrat 4 kursi dan PKS juga 4 kursi, total 8 kursi. Kedua partai sudah sepakat mengusung SAA dan Reni Nurita di Pilkada Siak. Dalam waktu dekat, mereka akan menerima SK dari masing-masing DPP," kata Ketua PKS Riau Hendry Munief kepada Riauin.com, baru-baru ini.
Saat ini hanya tinggal Partai Gerindra (4 kursi), PDIP (4) dan Hanura (2) yang belum menentukan sikap. Apakah ketiga parpol sepakat memberi kejutan dengan membuka poros baru di Pilkada Siak? Menarik disimak.--nal