RIAUIN.COM - Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Riau, dr Indra Yovi mengatakan secara nasional penanganan percepatan Covid-19 di Provinsi Riau terbilang baik. Bahkan, sejak pandemi hanya satu kali jumlah sampel yang akan diuji di Laboratorium Biomolekurel hampir mencapai target, yakni sekitar 700 hingga 800 sampel seminggu.
"Diawal-awal pandemi, kita masih memeriksa 50 - 100 sampel. Sedangkan di bulan puasa kemarin, kita sudah memeriksa 150 sampel perhari. Kemudian, dibeberapa minggu lalu, Riau telah periksa hingga 500 sampel," kata Yovi saat jumpa pers di Gedung Daerah Riau, Senin (13/7/2020).
Sesuai anjuran WHO, lanjutnya, suatu daerah dapat diberikan izin melakukan kegiatan sehari-hari secara normal, apabila telah mengetes minimal 100 sampel per hari.
''Artinya, jika suatu daerah telah menguji 1000 sampel dalam seminggu. Maka suatu daerah itu akan dapat menerapkan kehidupan normal seperti semula,'' terangnya.
Masalahnya, sebut Yovi, hingga saat ini sampel yang diterima Laboratorium Biomolekuler di RSUD Arifin Achmad dari kabupaten dan kota masih kurang.
Sebab, masih di bawah 50 sampel per hari.
Dengan kedatangan alat Etraksi, Yovi berharap dari kabupaten dan kota dapat mengirimkan minimal 50, 80 hingga 100 sampel per hari.
''Kalau sudah dapat memenuhi target itu, maka sesuai anjuran WHO Riau sudah bisa dikatakan aman,'' pungkasnya.--mcr/nal.