PEKANBARU, RiauIN.com - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Provinsi Riau, Jonli mengatakan, saat ini program Kartu Pra Kerja masih ditunda untuk sementara waktu. Hal ini diungkapkannya dalam konferensi pers di Gedung Daerah, Jalan Diponegoro, Kota Pekanbaru, Sabtu (11/7/2020).
Lebih lanjut Jonli mengatakan, terkait program Kartu Pra Kerja tersebut, sebelumnya Riau telah mengajukan kuota lebih kurang 162 ribu orang lantaran banyaknya peminat. Namun demikian pemerintah pusat hanya menetapkan 9.295 orang.
"Beriring jalan, karena ada perpindahan kewenangan dari Kemenaker ke PMO Kemenko Perekonomian, maka kemudian dibuka sistem online. Kami sudah sebarkan ini kepada pekerja yang terdampak covid-19, apakah yang di PHK yang dirumahkan, dan sebagainya," terang Jonli.
"Untuk Riau, tahap pertama dan kedua itu berjumlah 9 ribu orang lebih. Artinya kalau persentase dari pagu yang 92 ribu orang, baru terealisasi sekitar 2,8 persen sampai minggu kedua," tambahnya.
Kemudian, kata Jonli, di minggu ketiga pelaksanaan program tersebut, pihaknya tidak mendapatkan informasi terkait berapa banyak orang di Riau yang mendaftar.
"Pada waktu minggu keempat, kartu Pra Kerja di-stop sementara untuk diadakan perbaikan-perbaikan. Dan saat ini sudah keluar Perpres pengganti Kartu Pra Kerja," ungkapnya.
Dia katakan, terhadap 9 ribu peserta yang telah terdaftar dalam program tersebut, kemudian mendapat pelatihan dari penyedia jasa pelatihan secara virtual dan mendapat pembiayaan dari APBN.
"Biaya itu ditransfer dari pemerintah pusat melalui PMO Kemenko Perekonomian ke rekening yang bersangkutan. Kemudian membuka chanel kepada 7 lapak (pelatihan) untuk belajar. Setelah itu keluar sertifikat dari pemberi pelatihan tadi dengan jenis pelatihan silahkan memilih. Selama 4 bulan, yang bersangkutan menerima insentif sebesar Rp600 ribu dan itu sudah jalan," jelas Jonli. (mcr/nal)