PEKANBARU, RiauIN.com - Di tengah wabah Corona, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mencatat jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) sepanjang 2020 mencapai 380 kasus.
Namun, dari keseluruhan kasus DBD itu di antaranya 373 pasien dinyatakan sembuh dan enam lainnya masih dirawat.
"Ada satu kasus DBD yang meninggal dunia pada Februari 2020," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, M Amin melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Diskes Pekanbaru, Maisel Fidayesi, Kamis (28/5/2020).
Menurut dia, penyakit DBD terkait pada persoalan lingkungan, dimana partisipasi masyarakat untuk agar nyamuk aedes aegypti tidak berkembang biak.
"Saat ini Diskes Pekanbaru terus menggiatkan penyuluhan kepada masyarakat, melalui dinas dan Puskesmas karena juga ada program melalui Biaya Operasional Kesehatan (BOK) dengan melakukan 3M plus," jelasnya.
Meski saat ini pemerintah terfokus pada penanganan Covid-19, namun kasus DBD juga menjadi prioritas untuk ditanggulangi, termasuk melakukan fogging di rumah dan lingkungan warga.
Dijelaskannya, penyakit DBD disebabkan oleh virus DBD yang menginfeksi manusia lewat gigitan nyamuk aedes aegypti.
Gejala penyakit DBD biasanya terlihat kurang lebih 15 hari setelah gigitan nyamuk. Pasien penyakit DBD harus dipantau dan diobati dengan tepat, karena penyakit ini bisa menjadi parah hingga ketingkat kematian.
Jumlah kasus DBD di Pekanbaru Minggu ke-21 Tahun 2020, yakni Sukajadi 15 kasus, Senapelan 15 kasus, Pekanbaru Kota 7 kasus, Rumbai Pesisir 14 kasus, Rumbai 25 kasus, Limapuluh 31 kasus, Sail 4 kasus, Bukit Raya 42 kasus, Marpoyan Damai 52 kasus, Tenayan Raya 71 kasus, Tampan 60 kasus, Payung Sekaki 44 kasus, Total 380 kasus.(nal).